Ada kehidupan dalam suaramu!
“Guru, bisa tolong keluar sebentar ke depan pintu?” Guru saya menatap saya dengan penuh kasih tapi tegas, dan saya langsung gemetar. Apakah saya melakukan sesuatu yang salah? Semua mata teman-teman sekelas tertuju pada saya.
Di luar pintu, suara guru Bahasa Inggris saya berubah jauh lebih lembut. “Ibu cuma mau kamu tahu kalau Ibu melihat kamu sedang berjuang, dan Ibu tahu apa yang sedang kamu alami. Kapan pun kamu siap, Ibu akan ada untukmu. Kapan saja.”
Itu sama sekali bukan yang saya bayangkan, dan saya benar-benar tersentuh oleh kata-katanya dan kebijaksanaan caranya menangani situasi saya. Saat itu, kondisi saya sangat kurus dan berantakan, sedang menuju pada anoreksia yang mengancam nyawa.
Faktanya, setelah itu saya menerima tawarannya dan bertemu dengannya lagi dan lagi. Setiap kali dia menyemangati saya, “Suatu hari nanti kamu akan menjadi penyanyi yang hebat.” Saat itu, saya paling cuma bernyanyi di ibadah gereja. Saya sama sekali tidak pernah membayangkan jadi penyanyi. Dia bukan hanya mengucapkan kehidupan, tapi juga masa depan ke dalam kehancuran saya!
“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5:11 TB)
Kamu tidak perlu punya panggung untuk bisa mengubah hidup orang lain lewat kata-katamu.
Ada banyak orang di sekitarmu yang membutuhkan penguatan, dan mereka hanya bisa merasakannya kalau, di tempat kamu berada hari ini, kamu membuka mulutmu, memakai suaramu, dan mengucapkan kata-kata penguatan—bahkan mungkin penguatan yang menyelamatkan hidup—kepada orang lain. Itulah yang guru saya lakukan, dan saya tidak akan pernah melupakannya.
Siapa yang terpikir olehmu hari ini yang sedang membutuhkan satu kata penuh harapan dan masa depan di tengah situasi sulit? Walaupun mungkin butuh seluruh keberanianmu untuk memakai suaramu, kamu bisa memberi kehidupan. Jangan lewatkan kesempatan ini hari ini!
Lakukan saja!