Ada Kuasa dalam Kata-Kata Penguatanmu
“Aku udah gak sanggup. Aku gak mau lanjut lagi.”
Apa kamu sedang memikirkan hal itu sekarang? Atau kamu ingat pernah berada di titik ketika kamu berpikir seperti itu? Kalau iya, mungkin hari ini kamu bisa melihat ke belakang dan menyadari bahwa bertahan dan terus melangkah ternyata sepadan!
Kalimat, “Aku udah gak sanggup. Aku gak mau lanjut lagi,” dan, “Aku mau izin sakit, aku benar-benar gak kuat lagi,” dikirimkan kepadaku oleh seorang teman saat aku sedang menulis renungan baru untuk “Keajaiban Setiap Hari.” Saat itu aku menuliskan kutipan berikut:
Kalau aku gak mau melewati jalan yang sulit “secara diam-diam,” aku gak akan mengalami begitu banyak mukjizat yang “terlihat” hari ini.
Karena tergerak oleh kalimat itu, aku membalasnya, “Bertahan ya. Jangan menyerah sekarang!” Tapi kemudian aku berpikir, “Kok rasanya dangkal banget. Kosong.”
Memberikan semangat tanpa kuasa iman itu seperti meneteskan setetes air ke dalam api yang sedang berkobar.
Tapi karena temanku bukan orang percaya dan aku gak bisa begitu saja berkata, “Ayo, kita doakan hal ini bersama-sama,” aku memilih untuk mengambil tanggung jawab itu dan kemudian menulis kepadanya, “Aku akan doakan kamu, supaya Tuhan membukakan jalan dan memberikan solusi!”
Dengan melakukan ini, kita menunjukkan kepada orang lain betapa berharga dan pentingnya mereka bagi kita, sekaligus membantu meringankan tekanan yang sedang mereka rasakan. Kita gak perlu berkata, “Kalau kamu mau berdoa, kamu pasti akan mengalami Tuhan.” Sebaliknya, kita memberi mereka kesempatan untuk mengalami kasih Tuhan melalui doa-doa yang kita naikkan bagi mereka!
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” — 1 Yohanes 3:18 (TB)
Dan ketika mereka mulai mengalami doa yang dijawab dan pertolongan Tuhan dalam hidup mereka, mereka bisa menyadari sendiri apa yang sebenarnya sedang terjadi. Lalu, dalam kebebasan yang Tuhan berikan, mereka bisa memilih sendiri apakah mereka mau melangkah bersama Tuhan atau terus menghadapi masalah mereka dengan kekuatan sendiri!
Karena tugas kita adalah mengasihi—bukan menggurui.
Siapa yang bisa kamu bantu lewat doamu hari ini? Siapa di sekitarmu yang mungkin sedang membutuhkan doa seperti ini?
Dan satu hal penting sebelum kita mengakhiri renungan hari ini: ketika kamu berdoa untuk mereka, PERCAYALAH bahwa Tuhan mendengar doamu dan sanggup mengerjakan mukjizat! Melalui doamu!