Ajukan pertanyaan yang tepat
Mari kita melihat lebih dekat salah satu bagian paling terkenal dari Matius 16—bukan cuma membacanya, tapi benar-benar memahaminya. Karena kalau kamu ingin menemukan Alkitab itu menarik, kamu harus belajar mengajukan pertanyaan yang tepat! ❔
Lihat ini:“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ‘Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?’ Jawab mereka: ‘Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.’ Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ‘Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?’” (Matius 16:13-15 TB)
Kamu mungkin sudah sering mendengar bagian ini, kan? Mungkin biasanya kamu cuma membaca sekilas lalu lanjut ke bagian berikutnya. Tapi tunggu dulu! Di sinilah kita sering melewatkan harta terbesar dalam Alkitab.
Karena saat kita terlalu cepat lanjut membaca, kita bisa melewatkan banyak hal berharga!
Jadi, pertanyaan apa yang bisa muncul di pikiranmu dari kalimat pertama “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya...”
Contohnya: KENAPA Yesus menanyakan hal ini JUSTRU DI SINI? Mereka sedang berada di mana?
Mereka ada di daerah Kaisarea Filipi. Kamu tahu tempat itu di mana? Tidak? Aku juga dulu nggak tahu… makanya menarik untuk mencari tahu lebih dalam! Aku pribadi suka punya buku tafsiran Alkitab yang tebal di sampingku saat membaca. Kalau kamu mencari lewat tafsiran Alkitab atau internet, kamu akan menemukan bahwa:
Kaisarea Filipi adalah tempat yang sangat penuh penyembahan berhala, dipenuhi kuil dan patung dewa-dewa asing.
Dan sekarang mulai menarik: KENAPA Yesus bertanya hal ini JUSTRU DI TEMPAT ITU?
Karena Yesus ingin memastikan murid-murid-Nya punya iman yang kuat—bahkan setelah Dia tidak lagi bersama mereka!
Mengatakan “Yesus adalah Anak Allah” di gereja itu mudah. Tapi di tempat kerja? Di sekolah? Di tengah orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan? Itu tantangan yang berbeda. Dan justru di situlah Yesus bertanya: “Menurutmu, siapakah Aku?”
Kesimpulannya: Alkitab menjadi benar-benar menarik saat kita bukan cuma membaca, tapi juga mencari tahu lebih dalam di antara setiap kalimatnya.
Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mencoba menempatkan diri kita dalam situasi orang-orang di cerita itu, kita akan menemukan betapa hidup dan menantangnya Firman Tuhan!
Seru ya? 😉🎉
Kamu adalah sebuah mujizat!