• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 4 Mar 2026

Aku kehilangan satu hari…

Tanggal publikasi 4 Mar 2026

Aku pernah mencoba merencanakan sebuah tamasya dan aku mengundang orang-orang untuk ikut. Tapi dalam perencanaan itu, ada banyak kesulitan. Aku terus menelepon orang-orang dan harus menghabiskan dua hari penuh sampai semuanya beres.

Aku bahkan harus memakai mobilku untuk acara tamasya tersebut, dan untuk servis mobil sebelum pergi aku kehilangan hampir satu hari.

Kehilangan? Pernah dengar kata-kata ini? “Kehilangan” hari. Seperti itulah pikiranku saat itu. “Karena acara tamasya ini, aku kehilangan waktu dua hari.” Dan tentu saja ada kelanjutannya “Selalu saja seperti ini. Kenapa tidak ada orang lain yang membantuku?”

Tapi, kasih dimulai dalam rahasia. Kasih juga kadang kala mengharuskan kita untuk berjuang. Karena itu, kasih adalah sebuah keputusan. Tapi banyak hal yang dapat menantang keputusan ini : “Aku tidak punya waktu, aku tidak kuat, aku ingin dikasihi terlebih dahulu.”

Bunda Teresa pernah berkata,  “Tidak semua dari kita dapat melakukan hal besar, namun kita semua dapat melakukan hal kecil dengan kasih yang besar.”

Dan aku juga ingin menambahkan: "Kalau kita ingin orang-orang tahu apa yang dapat kita berikan pada orang lain, kita melewatkan berkat ilahi yang dapat kita alami lebih dalam lagi.”

Firman Tuhan berkata, "Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” (1 Korintus 16:14, TB)

Segalanya dalam Kasih! 

Nah, sekarang kita kembali pada pertanyaan tadi. Kenapa kita berkata “Aku kehilangan satu hari.”? Kita tidak kehilangan satu detikpun dengan memilih kasih! Setiap menit yang kita pilih untuk mengasihi, adalah jalan menuju mukjizat di masa depan!

Mari kita memutuskan untuk melakukan segala sesuatu dalam Kasih hari ini. Kita dapat melihat bagaimana keputusan kita akan menguatkan kita di kemudian hari!

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.