Aku suka selera humor Tuhan!
"Ah, sepertinya perjalanan ini bakal penuh obrolan," pikirku saat seorang pemuda yang sangat suka berbicara duduk di sebelahku dalam penerbangan jarak jauh itu. Padahal, aku berharap bisa menikmati sedikit ketenangan. Tapi ketika dia tiba-tiba bertanya, "Apakah kamu percaya kepada Tuhan?" aku langsung melek!
Jujur saja, pertanyaan-pertanyaannya cukup rumit. Saat itu aku sempat melihat ke sekeliling kabin pesawat, berharap menemukan seorang pendeta, teolog, atau seseorang yang terlihat lebih "rohani" dariku untuk membantu menjawab pertanyaannya.
Ha ha. Lucu ya?
Aku ingin memberitahumu sesuatu: Tuhan sengaja mempertemukan ORANG-ORANG itu denganmu, bukan dengan orang lain! Mungkin saat itu kamu tidak memiliki jawaban seperti seorang teolog, tetapi kamu punya jawabanmu sendiri, jawaban yang mungkin justru dibutuhkan oleh orang itu pada saat tersebut.
Jadi saat itu, di dalam hati aku berseru kepada Tuhan, sambil menjelaskan dengan sederhana dan apa adanya mengapa aku percaya kepada-Nya. Aku menceritakan betapa baik dan luar biasanya Tuhan.
Lalu dia tertawa dan berkata, "Oh ya? Jadi kamu bisa minta apa saja sama Tuhan? Bahkan supaya aku dapat nilai A+ di kelas ekonomi?"
Dan kamu mungkin tidak akan percaya. Tanpa sengaja, saat kami sedang berbicara, kakiku menyenggol gelas kopi miliknya hingga tumpah ke kursinya. Beberapa saat kemudian, pramugari datang dan berkata:
"Oh, maaf sekali. Kami tidak bisa menggantinya dengan kopi baru karena stoknya habis. Tapi apakah Anda mau segelas sampanye dari kelas bisnis sebagai gantinya?"
Ahhh, kalau saja kamu bisa melihat ekspresi wajahnya saat itu!
Aku suka ketika Tuhan melakukan hal-hal seperti ini. Dan Dia juga ingin melakukannya dalam hidupmu! Saat kita berbicara tentang Tuhan kepada orang lain, kita akan melihat mujizat-mujizat seperti ini terjadi.
Firman Tuhan berkata:
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?" (Yeremia 32:27, TB)
Aku berdoa supaya hari ini kamu berani menceritakan tentang Tuhan kepada seseorang. Kamu tidak harus punya semua jawaban. Cukup ceritakan apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidupmu. Selebihnya, biarkan Tuhan yang bekerja.