"Aku telah memanggil namamu"
Aku baru saja bergabung dengan gym baru di daerahku. Dan saat aku datang aku sangat terkejut karena mereka memanggil tiap member sesuai namanya. Awalnya aku berpikir mungkin karena mereka sudah kenal lama. Namun mereka juga menyapaku “Hai Debbie, selamat pagi!” Wah bagaimana caranya mereka sudah tahu namaku? Mereka sudah sangat siap menyambut kedatanganku dan ingin menunjukkan kalau mereka menghargai kehadiranku. Aku sangat terkesan dan merasa nyaman.
Ketika kita mendengar orang memanggil kita dengan nama kita, kita merasa dihargai. Ini tidak ada hubungannya dengan seberapa hebat, kaya, terkenal, pintar, lucu atau karisma kita. Dengan mendengar nama kita, kita merasa nyaman.
Kalau seseorang dapat membuat kita merasa nyaman seperti itu, bagaimana rasanya saat Tuhan berkata kepadamu, "Aku telah memanggil engkau dengan namamu.” (Yesaya 43:1, TB)
Sulit dipercaya namun begitulah kenyataannya. Saat aku merenungkan ayat itu, berbagai emosi muncul dalam hidupku - sukacita, hormat, kekaguman, ketakjuban, dan mungkin juga rasa takut kalau aku tidak cukup baik.
Kalau kamu juga merasakan hal yang sama, yakinlah – kita ini cukup baik di hadapan Tuhan! Dia tahu kita akan bertanya seperti, “Tuhan, Engkau yakin mau memanggilku? Aku tidak punya apa-apa.” Oleh karena itu Dia menambahkan dalam ayat tersebut: "Engkau ini kepunyaan-Ku." (Yesaya 43:1, TB) Dia berkata, kamu tidak perlu melakukan apapun atau membuktikan diri pada-Nya. Kita kepunyaan-Nya.
Kita punya jaminan kalau Tuhan ada di mana saja, di sekeliling kita, dan Dia membentukmu untuk kemuliaan-Nya. Dengarkan saat Dia berkata, “Engkau kepunyaan-Ku dan berharga di mata-Ku.” Tuhan tahu namamu.. Kamu bernilai di mata-Nya.
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!