• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 30 Agt 2026

Alfa dan Omega

Tanggal publikasi 30 Agt 2026

Terima kasih sudah menghabiskan minggu ini bersamaku saat kita mengenal Yesus melalui perkataan-Nya dalam kitab Yohanes. Yesus berkata, “Akulah Roti Hidup, Akulah Terang Dunia, Akulah Gembala yang Baik, Akulah Kebangkitan dan Hidup, dan Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup.” Mungkin beberapa dari kalian berpikir... “Debbie, ada satu yang terlewat.” Benar, Yesus juga berkata, “Akulah Pintu!” Aku sebenarnya ingin membahas yang satu itu juga, tapi saat aku duduk pagi ini, aku benar-benar merasa Roh Kudus mengarahkanku ke hal yang berbeda.

Meskipun pernyataan ini gak ada di kitab Yohanes, di kemudian hari dalam kehidupan Yohanes, Yesus menyatakan sesuatu yang mungkin menjadi salah satu pernyataan “AKULAH” yang paling luar biasa!

Wahyu 22:13 berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” — Wahyu 22:13

Saat kita sampai di penghujung minggu ini bersama-sama, doaku adalah supaya akhir ini justru menjadi sebuah awal yang benar-benar baru untukmu!

Jauh sebelumnya, di kitab Keluaran, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada Musa dengan berkata, “AKU ADALAH AKU.” Lalu Tuhan berkata, “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” Sepanjang kitab Yohanes, Yesus kembali menegaskan siapa diri-Nya melalui berbagai pernyataan “AKULAH” yang sudah kita pelajari bersama.

Kitab Yohanes menceritakan apa yang terjadi pada malam ketika Yesus ditangkap: “Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: ‘Siapakah yang kamu cari?’ Jawab mereka: ‘Yesus dari Nazaret.’ Kata-Nya kepada mereka: ‘Akulah Dia.’ ... Ketika Ia berkata kepada mereka: ‘Akulah Dia,’ mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.” — Yohanes 18:3–6

Yesus berkata, “AKULAH DIA,” dan kuasa dari nama-Nya membuat sekelompok prajurit terlatih mundur dan jatuh ke tanah! Ada kuasa dalam nama Yesus!

Ketika Yesus berkata, “AKULAH,” Dia sedang menyatakan kebenaran yang kita baca dalam Wahyu 22:13. Dia adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir! Dari awal sampai akhir Alkitab, Yesus adalah Sang AKULAH yang agung!

Aku mengenal Yesus sejak masih kecil. Tapi dalam perjalanan hidupku, ada masa ketika imanku bertumbuh kuat dan ada juga masa ketika imanku melemah. Ada saat-saat ketika aku berjalan sangat dekat dengan Sang AKULAH, tapi ada juga saat ketika aku memilih berjalan dengan caraku sendiri. Tapi melalui setiap keputusan yang aku buat—baik maupun buruk—Yesus terus memanggilku dan mengingatkanku, “Aku adalah Tuhan. Aku lebih dari cukup. Aku sanggup menopangmu. Aku selalu menepati janji-Ku.”

Temanku, boleh aku membagikan satu kebenaran indah yang terus Yesus ajarkan kepadaku?

Yesus adalah awal dari setiap akhir dalam hidupku.

Ketika akhirnya aku memilih untuk berhenti mengandalkan diriku sendiri dan sepenuhnya bergantung kepada-Nya, Yesus memulai sesuatu yang baru dalam hidupku. Ketika akhirnya aku melepaskan keras kepalaku dan berhenti memaksakan semuanya harus berjalan sesuai keinginanku, Yesus mulai mengajarkanku jalan-Nya. Ketika aku berhenti memilih jalan yang berdosa, Yesus mulai menunjukkan kepadaku kehidupan yang benar-benar bebas. Ketika aku berhenti menuntut supaya semuanya terjadi sesuai waktuku, Yesus mulai menunjukkan bahwa mempercayai waktu-Nya selalu menjadi pilihan yang terbaik.

Temanku, aku berdoa supaya kamu mau menyerahkan setiap awal dan akhir dalam hidupmu kepada Yesus. Dia setia dan benar. Dia selalu ada sejak dahulu dan akan tetap ada selamanya. Dia adalah Alfa dan Omega—huruf pertama dan terakhir dalam alfabet Yunani yang melambangkan kelengkapan. Dia adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir.

Yesus ada saat kamu mengambil napas pertamamu, dan Dia juga akan bersamamu saat kamu mengambil napas terakhirmu di dunia ini. Dan untuk setiap momen di antaranya, jadikan Dia Sang AKULAH dalam hidupmu.

Yesus, terima kasih karena Engkaulah Sang AKULAH bagi kami. Ajari kami untuk melihat mukjizat dalam setiap momen saat kami mempercayakan setiap awal dan akhir kepada-Mu. Amin.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.