Ambil Keputusan yang Tepat
Kamu tahu nggak, dulu aku itu orangnya gampang banget iri?
Baru-baru ini, seorang teman ngirimin aku lagu baru milik seorang penyanyi. Momen itu langsung bikin aku berpikir, betapa hal kecil kayak gitu bisa bikin aku yang dulu benar-benar merasa terganggu. Ya, gelisah atau merasa tersaingi, karena dulu aku se-insecure itu.
Gimana biasanya reaksi kamu saat melihat ada orang lain yang punya pekerjaan sama denganmu, dan mungkin mereka jauh lebih sukses di bidang itu? Sadar atau enggak, dalam hidup ini kita akan SELALU sampai pada titik-titik di mana kita harus memutuskan bagaimana kita akan bereaksi.
Hal seperti ini sebenarnya sudah terjadi sejak zaman Perjanjian Lama! Alkitab mencatat: "Yakub lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain!... Maka mereka membenci Yusuf." (Kejadian 37:3-4, TB)
Lalu, ketika Yusuf menceritakan tentang kedua mimpinya (di mana dia menggambarkan bagaimana saudara-saudaranya akan sujud menyembah kepadanya) Alkitab menceritakan: "Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya." (Kejadian 37:11, TB).
Ada hal penting di sini. Kamu bisa aja tergoda untuk menjadi iri hati seperti saudara-saudara Yusuf, tapi kita tahu kalau iri hati itu bukan datang dari Tuhan (lihat Galatia 5:19-21, TB).
Atau, kamu bisa memutuskan "dalam pikiranmu, dalam hatimu," seperti yang dilakukan oleh ayah Yusuf, yaitu untuk merenungkan kebenaran di balik semua itu. Dan setiap kali kamu mendengar kata “kebenaran”, kamu harus selalu(!) ingat Yohanes 8:32 (TB): "Kebenaran itu akan memerdekakan kamu!"
Ya, kebenaran itu selalu baik dan membebaskan!
Sama seperti dalam kasus ini! Kebenaran dari sudut pandang Tuhan adalah: "Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.” (Roma 12:10, TB) Woo-hoo, ayat yang luar biasa banget!
Pada saat itu, saudara-saudara Yusuf sebenarnya bisa saja berkata, "Wah, Yusuf. Mimpi yang luar biasa! Tampaknya Tuhan punya rencana yang besar buat masa depanmu!" Apakah berkata seperti itu akan merugikan mereka? Enggak sama sekali! Malah sebaliknya, perkataan yang baik itu selalu mendatangkan sukacita!
Itulah alasannya kenapa sekarang, kalau temanku mengirimkan lagu dari penyanyi lain, aku bisa dengan tulus dan jujur merespons: "Wah, lagunya keren banget! Talenta yang luar biasa!"
Kenapa bisa jadi baik responnya? Karena aku tahu satu hal: Berkat Tuhan itu sangat cukup untuk setiap orang! Dan Dia juga mau memberikan berkat yang melimpah itu buat kamu!
Kamu adalah keajaiban!