• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 2 Apr 2026

Apa kamu peduli dengan cuaca kemarin?

Tanggal publikasi 2 Apr 2026

Pernah nggak kamu perhatikan kalau saat membuka aplikasi cuaca, kamu nggak pernah mengecek seperti apa cuaca kemarin? Atau pernah nggak kamu menonton berita lalu mendengar pembawa berita berkata, “Oh tidak, cuacanya kemarin benar-benar buruk. Dan sehari sebelumnya juga! Ingat nggak waktu hujan di sana sebulan yang lalu?” Haha, nggak kan.

Kita sebenarnya nggak terlalu peduli seperti apa cuaca kemarin; yang penting buat kita cuma bagaimana cuacanya hari ini—atau besok!☀️

Jadi kenapa kita nggak menjalani hidup kita dengan cara yang sama santai dan ringan? Kenapa kita nggak juga berpikir: “Aku nggak peduli apa yang terjadi kemarin. Yang penting sekarang adalah hari ini dan masa depan!”

Aku suka sekali bagaimana Paul the Apostle mengatakan:Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,(Filipi 3:13)

Kuat banget ya?!

Kerendahan hati itu—“aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya,”—artinya kira-kira begini: “Oke, aku tahu aku belum sampai; masih banyak yang perlu aku proses dan ubah.” Lalu setelah itu, ada keputusan: “Tapi aku akan dengan sadar meninggalkan apa yang ada di belakangku, dan fokus sepenuhnya pada apa yang ada di depanku.”

Artinya: “Aku menutup semua hal yang bisa mengalihkan perhatianku!”

Sudah waktunya melihat ke depan, karena ada begitu banyak hal yang menantimu di sana!

Kamu siap melihat ke depan hanya karena Tuhan memanggilmu untuk itu? Tidak lagi mengorek-ngorek masa lalu yang sebenarnya sudah ada di belakangmu?

Kalau begitu aku mengajakmu mengulang ayat dari Filipi 3 ini dalam doa, sambil memasukkan namamu juga: “Aku, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,(Filipi 3:13)

Dan dengan senang hati aku berkata: Amin. Amin. Amin.

Aku ikut bersemangat untukmu! 🤩

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.