Apa Kamu Sedang Lari?
Apakah itu terjadi lagi? Apakah kamu jatuh lagi ke dalam jebakan yang sama, yang terus menjatuhkanmu? Selama bertahun-tahun, jebakanku adalah bulimia. Dosa itu begitu mudah disembunyikan. Tidak ada yang melihat saat itu terjadi, jadi tidak ada yang tahu kalau aku gagal.
Tetapi dari dalam, dosa itu perlahan-lahan menghancurkanku. Belum lagi rasa nggak nyaman secara fisik dan rasa bersalah kepada Tuhan. Entah sudah berapa kali aku berkata kepada-Nya, "Tuhan, ini yang terakhir kalinya."
Pernahkah kamu mengalami hal seperti itu juga? Terus tersandung pada dosa yang sama, lalu jatuh lagi dan lagi. Masih mungkinkah Tuhan mengampuni kita? Seandainya aku ada di dekatmu, aku ingin memelukmu. Dan kalau aku saja merasa begitu, apalagi Bapa di surga, Allah yang penuh kasih.
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." — Roma 3:23–24 (TB)
Ini bukan berarti kita boleh terus hidup dalam dosa. Pengampunan Tuhan menolong kita sampai kita cukup kuat untuk berkata "tidak" kepada dosa. Bahkan setelah itu pun, kita tetap perlu bersandar kepada Tuhan supaya Dia memberi kita kekuatan.
Kerinduan hatimu seharusnya selalu sama: keluar dari dosa dan menjadi semakin kuat. Dan itu akan terjadi ketika setiap kali kamu gagal, kamu berlari ke dalam pelukan Tuhan, bukan menjauh dari-Nya.
Itulah yang aku alami secara pribadi dalam pergumulanku melawan dosa. Kamu akan menghemat begitu banyak waktu dan perjuangan yang sia-sia kalau kamu berhenti lari dari Tuhan, lalu terus datang kepada-Nya dan mengakui dosamu.
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." — 1 Yohanes 1:9 (TB)
Ingatlah satu hal yang sangat penting:
"Yesus mengasihimu, apa pun yang sudah kamu lakukan!"
Datanglah kepada Yesus—dan hiduplah!