• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 14 Agt 2026

Apa yang Harus Kulakukan dengan Masalah Ini?

Tanggal publikasi 14 Agt 2026

Ada saat-saat ketika rasanya satu masalah mengundang masalah berikutnya. Baru bangun pagi saja, pikiranmu sudah langsung dipenuhi oleh semua masalahmu! Apakah kamu juga pernah mengalaminya?

Di saat seperti itu, kamu punya dua pilihan:

  • Mengikuti semua pikiran itu, sehingga keadaan menjadi semakin buruk.

  • Berdoa (!) dan mencari hadirat Tuhan.

Satu hal yang pasti: berdoa tidak selalu menjadi pilihan yang lebih mudah, karena pikiran dan rasa takut kita bisa sangat kuat.

Ketika dikeluarkan perintah bahwa siapa pun yang memohon kepada allah atau manusia mana pun selain kepada raja akan dilemparkan ke dalam gua singa, itu adalah masalah yang sangat besar bagi Daniel! (Daniel 6 : 8 -10 TB)

Namun, masalah yang jauh lebih besar adalah jika Daniel membiarkan dirinya dikuasai oleh pikiran-pikiran seperti, "Wah, mereka mau membunuhku. Kenapa dunia ini begitu jahat dan kejam?" Pikiran seperti itu hanya akan membuatnya sakit dan putus asa.

Tetapi Daniel melakukan satu-satunya hal yang benar. Ia membawa masalahnya kepada Tuhan!

"Setelah Daniel mengetahui, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem. Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan memohon kepada Allahnya." — Daniel 6:11–12 (TB)

Daniel memiliki kepercayaan yang begitu besar kepada Tuhan, bahkan di tengah masalah yang mengancam nyawanya. Aku berharap kamu dan aku juga memiliki kepercayaan seperti itu! Kepercayaan itu dimulai dari sebuah keputusan, "Bagaimana aku akan menanggapi pikiran-pikiran yang terus membuatku fokus pada masalah?"

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." — Amsal 4:23 (TB)

Sejujurnya, sering kali aku juga gak sanggup mengatasinya sendirian. Aku bisa melewatinya ketika aku memutuskan untuk berhenti sejenak, berdoa, mengucap syukur, dan sekadar "bersama Tuhan". Biasanya aku setel lagu-lagu penyembahan yang mengingatkanku akan kuasa dan kemungkinan-kemungkinan yang Tuhan sediakan, lalu menyanyikannya sekuat tenaga. Itu sangat menolongku! Temukan cara yang paling cocok untukmu, tetapi datanglah kepada Tuhan.

Selalu pilih untuk berdoa ketika pikiran-pikiranmu mulai menguasai dirimu!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.