• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 7 Jul 2026

Apa yang paling penting dalam Kekristenan?

Tanggal publikasi 7 Jul 2026

Kalau ditanya apa inti Kekristenan, banyak orang akan langsung jawab: kasih. Tapi pertanyaannya, kasih yang seperti apa?

Yesus sendiri pernah menjawab hal ini dengan sangat jelas. Ketika ditanya tentang hukum yang paling utama, Dia berkata:

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.’ Dan hukum yang kedua ialah: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’ Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Markus 12:30-31)

Artinya, hidup orang percaya itu intinya bukan sekadar sibuk “beragama”, tapi membangun dua arah kasih: kepada Tuhan dan kepada sesama.

Mengasihi Tuhan berarti menjadikan Dia pusat hidup kita, bukan cuma saat ibadah, tapi juga dalam cara kita mengambil keputusan, berpikir, dan menjalani keseharian. Sementara mengasihi sesama berarti memperlakukan orang lain dengan cara yang kita juga ingin diperlakukan: dengan hormat, sabar, dan pengampunan.

Tapi jujur saja, ini nggak gampang. Kita bisa capek, kecewa, atau bahkan terluka oleh orang lain. Di titik itu, kasih versi manusia sering habis.

Di sinilah kabar baiknya: kita tidak mulai dari nol.

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1 Yohanes 4:19)

Kasih kita kepada Tuhan dan sesama bukan hasil usaha biar terlihat “baik”. Itu adalah respon dari kasih Tuhan yang sudah lebih dulu kita terima melalui Yesus. Kasih Tuhan yang memenuhi dan memampukan kita!

Jadi Kekristenan bukan sekadar daftar aturan, bukan sekadar aktivitas rohani. Intinya adalah hidup yang terus dibentuk oleh kasih Tuhan, sampai kasih itu mengalir lagi ke orang lain.

Dan di situlah dunia bisa melihat siapa Yesus sebenarnya! YES… bukan hanya dari kata-kata kita, tapi dari cara kita mengasihi orang lain dan sekeliling kita. Semoga kita bisa menjadi seperti Yesus setiap hari ya…

Remember! "JUST LOVE THE PERSON NEXT TO YOU"

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.