• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 15 Jun 2026

Apa yang sedang kamu lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan?

Tanggal publikasi 15 Jun 2026

Aku menanyakan hal ini dengan serius: Apa yang kamu lakukan untuk menyenangkan hati Tuhan?

Pernah nggak sih kamu kepikiran kayak ini waktu lagi melayani di gereja: "Tuhan pasti mengampuni kesalahan-kesalahanku sekarang..." Atau: "Yesus sudah melakukan banyak hal buatku, setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk-Nya."

Kalau pikiran itu muncul karena rasa kewajiban atau tuntutan, itu sebenarnya kelitu.

Tentu saja, Yesus sudah melakukan hal yang sangat luar biasa buat kamu! Salib adalah bukti utamanya. Tapi bahkan sebelum itu keputusan-Nya untuk meninggalkan surga dan melangkah masuk ke dalam hatimu saja sudah... Wow, wow, wow.

Ya, Yesus rela meninggalkan surga hanya untuk melangkah masuk ke dalam hatimu. 

Terus, entah kenapa kadang kita sebagai manusia bisa-bisanya berpikir kalau perbuatan baik kita seperti "aku bantuin beres-beres gereja setelah ibadah" atau "aku selalu ramah, aku nggak pernah bergosip" bisa punya bobot yang sebanding? 

Kalau aku mulai berpikir kayak gitu, aku pasti bakal merasa tertekan banget! Karena apa pun yang kita lakukan nggak akan pernah cukup. Dan justru karena itulah Tuhan mau kamu mengerti hal ini:

Tuhan mau memberikan kepadamu, apa yang selama ini sudah sangat kamu usahakan untuk kamu dapatkan. Woooow!

Yuk, kita lihat Roma 10, di mana Paulus menulis: "Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya." (Roma 10:2–4, TB)

Kamu lihat nggak betapa dalamnya kebenaran ini?

Aku bisa saja meletakkan penaku hari ini, nggak pernah lagi menulis “artikel ajaib", nggak pernah lagi menciptakan lagu dan status keselamatanku tetap nggak akan berubah sedikit pun. Bukan karena Tuhan nggak suka waktu aku menulis Dia suka banget! Tapi karena sejak awal, kasih-Nya memang nggak pernah didasarkan pada performa atau kinerjaku. 

Memang begitulah Tuhan kita: Posisi kamu di hadapan-Nya adalah sebuah hadiah, bukan upah. Karena itu sudah menjadi milikmu. 

Mari renungkan dan resapi kebenaran ini dalam-dalam. Dan kenapa nggak, mulai dari sekarang kita mengucapkan terima kasih kepada-Nya buat hadiah ini?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.