Apakah kamu berbicara tentang Tuhan?
Apakah kamu merasa sulit untuk berbicara tentang imanmu di tempat tinggalmu, di tempat kerja, atau bahkan di dalam keluargamu? Apakah kamu akan lebih mudah melakukannya jika lingkunganmu lebih mendukung?
Jika ya, aku ingin mendorongmu hari ini untuk tetap berani berbicara, tetap bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepadamu: karunia hidup kekal. Sadari bahwa hanya Dia yang dapat memberikan kehidupan yang sungguh memuaskan! (Lihat Mazmur 16:1-11)
Berikut adalah contoh Alkitab tentang apa yang Tuhan ingin kita lakukan:
"Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: ”Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!'" (Kisah Para Rasul 18:9, TB)
Tahukah kamu? Kehidupan di Korintus, kota tempat Paulus diutus oleh Tuhan, tidaklah mudah. Mungkin kamu pernah membaca ayat-ayat dari surat Korintus, tetapi apakah kamu tahu bahwa Korintus adalah kota pelabuhan yang ramai didatangi dan ditinggalkan banyak orang dari berbagai daerah?
Karena itu, kota tersebut menjadi tempat di mana banyak orang mencari hiburan selama mereka singgah. Dan kamu tentu tahu apa artinya. Orang-orang berada jauh dari rumah, tanpa media sosial atau teknologi seperti sekarang, sehingga mereka merasa bebas melakukan apa saja tanpa takut diketahui orang lain.
Korintus bukanlah tempat yang ideal untuk berbicara tentang Tuhan. Banyak orang di sana tidak ingin mendengarnya. Namun justru karena itulah—karena begitu banyak dosa di tempat itu, karena orang-orang berusaha melupakan masalah mereka melalui alkohol, prostitusi, dan berbagai hal lainnya—Tuhan mengutus Paulus ke sana.
Sekali lagi, Tuhan mengutusnya dengan pesan ini:
"....Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!' (Kisah Para Rasul 18:9, TB)
Kamu juga bisa menerima kata-kata ini secara pribadi. Tuhan membutuhkanmu di tempatmu berada sekarang. Jangan sembunyikan apa yang kamu percayai!
Bagaimana jika hari ini kamu berdiri dengan penuh keyakinan dan menjalani harimu dengan kebenaran itu? Tetap tersenyum kepada orang-orang di sekitarmu, bahkan jika mereka menertawakan imanmu.
Percayalah, jika kamu terus tersenyum dan tetap teguh, pada akhirnya merekalah yang akan mulai meragukan pandangan mereka sendiri, bukan kamu.