• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 8 Apr 2026

Apakah kamu berpakaian dengan kesombongan atau kerendahan hati?

Tanggal publikasi 8 Apr 2026

“Kamu seharusnya benar-benar bangga pada dirimu sendiri!”

Ah, setiap kali mendengar kalimat ini aku selalu merasa agak tidak nyaman 😬 Karena aku tahu bahwa semua yang aku lakukan—setiap lagu yang aku rilis dan semua yang sudah aku “capai”—sebenarnya hanya terjadi karena tuntunan Tuhan dan, pada akhirnya, karena Tuhan berkata “ya”.

Kalau ada orang yang punya seribu alasan untuk menjadi sombong, itu pasti David! Pertama-tama, dia menulis begitu banyak lagu yang luar biasa! Kalau dilihat dari zaman sekarang, lagu-lagunya pasti diputar terus di radio, dan dia akan tampil di panggung-panggung terbesar di dunia! 🎵🎶

Daud juga punya banyak keberhasilan lain. Dia sudah diurapi menjadi raja ketika masih seorang gembala muda! (1 Samuel 16:12–14 TB)Dia mengalahkan raksasa Goliat yang ditakuti semua orang! (1 Samuel 17:41–54 TB)Dia juga pemimpin militer yang sangat berhasil, sampai orang-orang merayakannya dengan berkata: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa!” (1 Samuel 18:7 TB)

Aku sebenarnya bisa memberi lebih banyak contoh lagi, tapi kamu sudah bisa melihatnya: Daud punya banyak sekali alasan untuk bangga pada dirinya sendiri.

Namun justru dia berkata, Tuhan aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.” (Mazmur 131:1 TB)

Wow. Wow. Wow. Betapa cepatnya kita berpikir bahwa hanya karena kita lebih baik dari orang lain dalam sesuatu, kita bisa berkata, “Ya, aku pasti bisa.” Lalu datanglah “superstar kecil” kita ini, Daud—yang justru berpakaian dengan kerendahan hati.

Yang menarik adalah, sementara dunia sering menganggap kerendahan hati itu seperti tanda kelemahan, Tuhan melihatnya dengan cara yang sama sekali berbeda: Kerendahan hatimu menunjukkan kepada Tuhan, “Aku siap untuk menerima lebih.”

Bagi Daud, ini berarti setelah dia berkata, “Hatiku tidak sombong,” dia benar-benar menjadi raja Israel, dan Tuhan memperluas wilayahnya dengan keberhasilan yang lebih besar lagi! Dia membawa Ark of the Covenant—hal paling berharga dalam iman Israel—ke Yerusalem, dan masih banyak lagi. Singkatnya: Tuhan memberinya lebih, karena egonya tidak ikut membesar.

Jadi mari kita cek diri kita hari ini: Di bagian mana kita justru menghalangi “lebih” yang sebenarnya Tuhan ingin berikan kepada kita, hanya karena kita lebih suka berpakaian dengan kesombongan daripada dengan kerendahan hati?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.