• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 24 Jun 2026

Apakah kamu bersikap baik kepada orang lain?

Tanggal publikasi 24 Jun 2026

Apakah kamu orang yang baik? Wah, itu pertanyaan yang cukup besar, ya? Tapi pertanyaan itu muncul di benakku ketika aku berdiri di area pengambilan bagasi setelah penerbangan selama 25 jam. Aku sangat lelah, dan yang kuinginkan hanyalah mengambil koperku lalu segera tidur.

Orang-orang di sekitarku berisik, anak-anak gelisah, dan aku menyadari bahwa semua itu mulai membuatku kesal. "Kapan koperku datang? Aku ingin segera keluar dari sini!"

Lalu koperku akhirnya muncul. Tapi koper itu berada di atas koper lain, sehingga tidak bisa kujangkau. Pria yang berdiri di sebelahku melihat hal itu, lalu langsung melompat ke sabuk bagasi dan membantuku mengambilnya. Wah! Baik sekali! Dia melakukannya sambil tersenyum lebar, dan aku langsung berpikir, "Waduh, aku juga seharusnya seperti itu!"

Ketahuan deh.

Tidak ada waktu jeda untuk bersikap baik. Kebaikan adalah sebuah pilihan, sebuah kebiasaan. Aku tahu betapa sulitnya tetap bersikap baik saat kamu sangat lelah atau sedang dipenuhi berbagai kekhawatiran. Tapi izinkan aku mengatakan sesuatu: meskipun kebaikan menuntut sesuatu darimu, kebaikan akan mengembalikan jauh lebih banyak lagi kepadamu!

Bukan berarti kamu harus tersenyum kepada seluruh dunia setiap saat. Namun kamu bisa memilih untuk tetap ramah dan menghormati orang lain dalam segala keadaan, seperti yang dikatakan firman Tuhan:

"dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu." (1 Petrus 3:16, TB)

Sama seperti pria yang membantuku itu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku, kamu juga akan meninggalkan kesan bagi orang lain. Mereka mungkin akan bertanya dalam hati atau bahkan langsung kepadamu "Apa yang membuatmu mau menolongku?"

Saat itulah kamu bisa menceritakan tentang Dia yang mendorongmu untuk tetap bersikap baik, karena Dia sendiri adalah Tuhan yang baik.

"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:9, TB)

Satu hal lagi. Apakah kamu memperhatikan bagian yang berkata, "Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya"?

Artinya, ketika kamu sedang tidak bersemangat, lelah, atau penuh kekhawatiran, kamu bisa datang kepada Tuhan terlebih dahulu untuk mengalami kebaikan-Nya. Lalu, dari kebaikan yang kamu terima itu, kamu bisa membagikannya kepada orang lain. 

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.