• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 30 Jul 2026

Apakah Kamu Juga Menanyakan Hal Ini Pada Dirimu Sendiri?

Tanggal publikasi 30 Jul 2026

“Lalu sekarang Tuhan, gimana kelanjutannya habis ini?”

Apakah kamu juga lagi menanyakan pertanyaan yang sama kepada-Nya saat ini? Dengan pertanyaan seperti itu di hatiku, aku duduk di sebuah kafe. Di sebelahku, duduk sepasang suami istri lansia, dan kami pun mengobrol. Aku menceritakan ke mereka bagaimana dulu aku berjuang melawan “gangguan makan” selama bertahun-tahun, dan gimana akhirnya aku bisa keluar dari situasi mengerikan itu berkat pertolongan Tuhan. Aku juga bercerita tentang apa saja yang bisa aku lakukan sekarang.

Tapi aku ngobrolin semua itu tanpa benar-benar sadari apa yang sebenarnya aku ucapin! Karena di dalam kepalaku, aku cuma fokus pada pertanyaan: “Terus sekarang apa lagi? Bagaimana kelanjutannya dari sini, Tuhan?”

Oma itu sempat terdiam cukup lama, lalu tiba-tiba dia bilang, “Kamu berhasil sembuh dan melewati masa-masa anoreksia itu? Itu saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang sangat besar, kamu harus merayakannya seumur hidupmu!”

Perkataannya itu benar banget! Kita sering kali selalu ingin mencapai hal yang LEBIH dan merasakan hal yang LEBIH lagi! Seberapa sering kita cuma fokus menunggu momen besar berikutnya dalam hidup kita? Padahal, Tuhan pasti akan membukakan pintu yang BERIKUTNYA yang paling TEPAT pada WAKTU-NYA!

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…” (Pengkhotbah 3:11, TB). Jadi, kenapa kita gak coba untuk bersandar dan tenang aja, sambil menaruh kepercayaan penuh pada janji itu?

Mari kita coba melihat ke belakang hari ini, merenungkan semua hal yang sudah Tuhan lakukan buat kita - buat kamu dan juga buat aku! Ya, kamu boleh melihat kembali apa saja yang sudah Dia perbuat dan bersukacitalah akan hal itu! Gak peduli seberapa besar atau kecilnya hal tersebut.

Aku harus jujur mengakui kalau pertemuan di kafe itu memberikan kekuatan yang jauh lebih besar buatku daripada saat aku harus tampil di depan ribuan orang! Tuhan tahu bahwa aku akan mengalami momen lelah dan lemah seperti itu, dan Dia sudah merencanakan agar aku bertemu dengan kedua "malaikat" tadi untuk membangkitkan semangatku kembali!

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ”Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”” (2 Korintus 12:9, TB) 

Mari kita terus jalan dengan hati yang penuh syukur. Bahkan dalam kelemahan sekalipun, mari kita menyambut KUASA-NYA, yang selalu memberikan kita sayap kasih karunia untuk terbang tinggi!

Kamu adalah keajaiban!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.