Apakah kamu menggunakan hari ini dengan bijak?
Apa yang terasa kurang dalam hidupmu?
Aku baru saja harus membatalkan sebuah janji—padahal itu kesempatan bagus yang sangat aku nantikan. Tapi karena waktu yang terbatas, aku sadar: aku nggak bisa melakukan semuanya lagi. 😞
Jadi, kalau ditanya apa yang aku butuhkan sekarang? Waktu. 🕙 Tapi di saat yang sama, aku juga sadar… ada hal-hal yang mungkin orang lain inginkan, justru aku bisa jalani: traveling, menulis buku, dan lain-lain.
Menarik ya… hidup itu memang sering seperti ini…
Yang sudah tua ingin kembali muda. Yang muda ingin cepat “jadi”. Yang single ingin menikah. Yang menikah kadang merasa nggak nyaman. Yang kekurangan ingin lebih banyak uang. Yang punya banyak uang justru ingin lebih banyak waktu. Yang belum dikenal ingin tampil di depan. Yang terkenal justru rindu privasi.
Ada satu ayat di kitab Mazmur 90 yang sangat berarti buatku: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12 TB)
Kadang kita terlalu sibuk mengeluh: “Aku nggak punya ini… Andai aku punya itu…” Sampai lupa bahwa Tuhan sudah memberikan kita hidup yang kita jalani sekarang ini. Apa yang kamu alami sekarang—itulah yang memang sedang Tuhan izinkan terjadi. Mungkin kamu langsung berpikir: “Serius? Termasuk rasa sakit ini juga?”
Iya. semua itu diijinkan—dan Tuhan nggak meninggalkan kamu sendirian di dalamnya. 💕
Karena bahkan kalau yang tua jadi muda lagi, yang single jadi menikah, yang miskin jadi kaya, yang tidak dikenal jadi terkenal… Tapi kita nggak mengerti bahwa yang paling penting itu KEKEKALAN, bukan sekadar hidup di dunia ini— maka kita tetap akan kehilangan inti dari semuanya.
Sebenarnya, kamu baru benar-benar “kekurangan” kalau kamu hidup tanpa memperhatikan apa yang penting dan tanpa mengikuti rencana Tuhan!
Karena kebahagiaan itu nggak ditentukan oleh kondisi: tua atau muda, kaya atau miskin, sehat atau sakit—Tapi saat kamu: mengenal Tuhan dalam hidupmu, hidup dalam hadirat-Nya, dan mengarahkan hidupmu pada kekekalan.
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kolose 3:2-4 TB)
Kamu adalah sebuah keajaiban!