Apakah kamu mengintip?
Kamu merasa puas gak dengan apa yang kamu punya sekarang?
Belum lama ini aku pergi makan sendirian. Lagi asik menikmati main course yang enak banget, tiba-tiba aku lihat meja sebelah udah dapat dessert aja mereka. Dan tanpa sadar aku langsung mikir: “Eh… apa aku pesan dessert sekarang aja ya biar nanti gak perlu nunggu?”
Wah, hidup tuh sering banget kayak gini ya? Kita terus melihat apa yang belum kita punya… sampai lupa menikmati apa yang sebenarnya sudah ada di depan mata kita. Padahal makanan yang lagi aku makan itu enak banget. Tapi gara-gara pikiranku yang, “Aku juga mau itu…”, aku jadi berhenti menikmati apa yang sedang aku punya saat itu.
Dan kalau dipikir-pikir, fakta bahwa kita masih bisa makan dengan nyaman hari ini aja sebenarnya sudah berkat besar, kan? Tapi sering kali kita lupa bersyukur untuk hal-hal sederhana seperti itu.
Mungkin akhir-akhir ini kamu juga merasa sulit benar-benar puas. Mungkin karena tanpa sadar kamu lupa melihat betapa banyak yang sebenarnya Tuhan sudah kasih dalam hidupmu, ya gak?
Firman Tuhan bilang:
“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup memberi keuntungan besar.” (1 Timotius 6:6, TB)
Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat buat kita berhenti sebentar dan melihat kembali “hidangan utama” dalam hidup kita. Mungkin itu keluarga yang masih ada di dekatmu. Persahabatan yang tulus. Tawa kecil setiap hari. Momen sederhana yang selama ini terasa biasa aja. Karena kenyataannya begini:
Saat kita terus sibuk melihat hidup orang lain… kita bisa kehilangan keindahan hidup kita sendiri.
Tuhan gak selalu memanggil kita untuk terus mengejar “lebih”. (lihat Pengkhotbah 3:13, TB).
Kadang Dia justru mengundang kita untuk menikmati dan mensyukuri apa yang sudah ada.
Jadi yuk hari ini kita belajar untuk slow down, nikmati apa yang kita punya, dan bersyukur untuk itu. Dan nanti kalau “dessert”-nya datang? Rayakan aja dengan sukacita. Tapi jangan sampai kamu melewatkan hidangan utama sambil sibuk menunggunya.