• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 30 Jan 2026

Apakah kamu merasa tertinggal?

Tanggal publikasi 30 Jan 2026

“Papa, bisa angkat aku nggak?”Keponakanku yang manis ingin melihat apa yang baru saja ditemukan oleh anak-anak yang lebih besar. Tapi orangnya terlalu banyak, jadi dia nggak bisa melihat apa yang sedang dilihat dan ditertawakan kakaknya bersama yang lain.

Aku sempat merekam momen itu, dan sudah berkali-kali aku menontonnya ulang. Rasanya bahagia sekali menyadari bahwa keponakanku yang baru tiga tahun itu tidak merasa dirugikan karena tubuhnya kecil, meskipun dia nggak bisa melihat apa yang membuat yang lain tertawa. Tanpa ragu, dia langsung menatap papanya yang besar dan dengan penuh percaya diri berkata, “Papa, bisa angkat aku nggak?”

Dia berlari ke papanya seolah itu hal paling wajar di dunia.

Momen itu benar-benar membuka mataku. Betapa seringnya kita merasa kalah atau tertinggal? Betapa seringnya kita merasa kehilangan kesempatan karena orang lain menghalangi kita—atau karena alasan lain, seperti merasa kurang uang, atau merasa belum cukup pengalaman?

“Papa, bisa angkat aku nggak?”—kalimat ini bisa jadi doa yang sangat kuat untuk momen-momen seperti itu—bahkan sebenarnya untuk setiap hari, termasuk hari ini.

“Bapa, bisakah Engkau mengangkat aku supaya aku bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang-Mu? Bisakah Engkau mengangkat aku supaya aku mengerti bahwa aku tidak membutuhkan apa pun selain Engkau? Supaya aku paham bahwa aku tidak terlalu kecil, tidak terlalu miskin, tidak terlalu lemah, tidak tidak berharga, atau apa pun itu—karena yang perlu kulakukan hanyalah datang kepada-Mu, dan Engkau akan membuat segala sesuatu yang baik dan benar menjadi mungkin bagiku. Ajari aku, di setiap situasi di mana biasanya aku merasa malu atau ‘tidak cukup kuat, tidak cukup pintar, tidak cukup berhasil, atau tidak cukup baik,’ untuk dengan alami berlari kepada-Mu dan berkata, ‘Bapa, bisakah Engkau mengangkat aku?’”

“Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan Allahku aku berani melompati tembok.”(Mazmur 18:30 TB)

Amin.

Dia bukan hanya akan mengangkatmu lagi—bersama Dia, kamu akan melangkah semakin jauh dan semakin jauh.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.