Apakah kamu sedang mencari kasih yang besar itu?
Kemarin kita membahas tentang "Kasih lebih dulu sebelum melakukan apa pun." Tetapi bagaimana kita bisa melakukannya jika kita sendiri begitu sedikit mengalami kasih? Bisakah kita benar-benar mengasihi sebelum terlebih dahulu dikasihi?
Kita semua ingin dikasihi. Kita semua merindukan kasih yang besar itu. Mungkin kamu pernah berpikir bahwa kamu telah menemukannya, tetapi kemudian menyadari bahwa kasih yang kamu temukan ternyata tidak sebesar yang kamu bayangkan. Kamu terluka, dan hatimu hancur berkeping-keping.
Atau mungkin kamu pernah menikmati banyak tahun yang indah bersama seseorang yang sangat kamu kasihi, tetapi hubungan itu berakhir, dan sekarang kamu merasa kesepian serta merindukan apa yang dulu pernah kamu miliki.
Kita terus mencari kasih yang sempurna itu, tetapi sering kali melewatkan fakta bahwa kasih terbesar sebenarnya tersedia bagi setiap orang yang mencarinya.
Izinkan aku mengutip ayat ini untuk menjelaskannya kepadamu hari ini:
"...Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:16, TB)
Pertama-tama, Allah adalah kasih. Titik.
Kita mungkin mencari kasih yang besar dalam diri manusia, tetapi Alkitab tidak mengatakan, " kamu adalah kasih." Tidak. Hanya Allah yang adalah kasih.
Jadi mengapa kita terus mencari kasih yang sempurna dalam diri manusia, padahal hanya Allah yang adalah kasih?
Izinkan aku mengulanginya sekali lagi:
"...Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." (1 Yohanes 4:16, TB)
Bagi kita, ini berarti:
"Jika kita menjadikan Allah sebagai kasih terbesar kita, mengakui dan menerima kasih-Nya, maka kita akan tinggal DI DALAM kasih itu. Dari kasih itulah kita dapat terus hidup, membagikannya kepada orang lain, bahkan mengampuni ketika kasih dari seseorang telah melukai kita. Kita memahami bahwa manusia tidak pernah bisa memberikan kasih yang benar-benar kita butuhkan. Kasih terbesar itu hanya berasal dari Allah!"
Woooooooow. Apakah kamu menangkapnya?
Kamu tidak perlu lagi terus mencari kasih terbesar itu, karena kamu bisa menerimanya hari ini juga!
Maukah kamu mengenali dan menerima kasih Allah hari ini?
Tinggallah di dalam kasih itu, hiduplah dari kasih itu, dan bagikan kasih itu kepada orang lain.
Bukankah itu indah sekali? ❤️🙏✨