• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 5 Apr 2026

Apakah kamu sombong?

Tanggal publikasi 5 Apr 2026

Jadi, sebenarnya apa sih arti “kesombongan”? Coba kita lihat sebentar: Kesombongan adalah respon emosional terhadap pencapaian dan kemampuan diri sendiri. Perhatikan kata “sendiri.”

Dan sekarang, bam! Tuhan masuk dan berkata, “Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (1 Korintus 4:7)

Dan karena Tuhan sepertinya menganggap ini sangat penting—atau mungkin kesombongan memang sangat mengganggu hati-Nya—Dia juga menambahkan: “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5), karena kalau Tuhan tidak menolong kita, semuanya bisa runtuh dengan cepat (lihat amsal 27:1).

Jadiiii, sekarang setelah itu jelas, pertanyaannya tinggal ini:“Di bagian mana dalam hidupku aku mulai bangga pada diriku sendiri—dan bukan bersyukur atas apa yang Tuhan lakukan?” 🤔

Apakah kamu sadar bahwa rumah, mobil, atau apa pun yang kamu miliki adalah hadiah dari Tuhan? Atau kamu berpikir, “Aku kerja KERAS untuk ini SENDIRI”?

Apakah kamu sadar bahwa bangun pagi ini dalam keadaan sehat adalah hadiah dari Tuhan?Atau kamu berpikir, “Ini karena vitamin yang aku minum setiap hari SENDIRI”?

Bukankah sering terjadi ketika sesuatu berjalan buruk, kita cepat datang kepada Tuhan dan menyalahkan-Nya: “Kenapa Engkau membiarkan ini terjadi?” Atau bahkan, “Tolong… tolong bantu aku.”

Tapi ketika semuanya berjalan baik, kita cepat berkata, “Ya, aku memang bekerja keras untuk ini.” Jarang sekali kita berkata, “Terima kasih Tuhan, aku tahu ini karena Engkau,” kan?

Oh, aku juga termasuk di dalamnya…Kita sering melupakan Tuhan saat semuanya berjalan baik, dan mengeluh saat semuanya berjalan buruk… itu juga bentuk kesombongan. Karena pada akhirnya semuanya kembali pada kesejahteraan KITA sendiri.

Padahal Alkitab berkata: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6)

Tuhan akan memberikan kepada orang yang rendah hati apa yang Dia ambil dari orang yang sombong. Karena itu hari ini aku mau menguatkan kamu—dan juga diriku sendiri—dengan kata-kata dari Yakobus 4: “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.” (Yakobus 4:10)

Amin.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.