• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 2 Jul 2026

Di kepala aja, atau di hati juga?

Tanggal publikasi 2 Jul 2026

Banyak orang tahu tentang Yesus. Mereka pernah mendengar kisah-Nya, membaca ayat-ayat Alkitab, bahkan aktif di gereja. Namun, mengenal Yesus di kepala berbeda dengan mengenal-Nya dari hati.

Salah satu contoh yang menarik adalah Nikodemus. Ia adalah seorang pemimpin agama yang sangat paham Kitab Suci. Secara pengetahuan, Nikodemus mungkin lebih mengerti tentang Tuhan dibanding kebanyakan orang pada zamannya. Namun, ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Karena itu, ia datang menemui Yesus pada malam hari untuk berbicara secara pribadi.

Dalam percakapan mereka, Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3). Nikodemus bingung karena ia mencoba memahami perkataan Yesus dengan logika dan pengetahuan yang ia miliki. Tetapi Yesus mengajaknya masuk lebih dalam: bukan sekadar mengetahui fakta tentang Tuhan, melainkan mengalami hubungan yang nyata dengan-Nya.

Bagi kita sekarang, tantangannya sering kali sama. Kita bisa mengikuti akun rohani, mendengar podcast Kristen, atau mengetahui banyak ayat Alkitab. Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah kita benar-benar mengenal Yesus secara pribadi?

Yesus berkata, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu" (Yohanes 15:4). Iman Kristen bukan sekadar mengetahui banyak hal tentang Yesus, tetapi hidup dalam hubungan yang dekat dengan-Nya. Ketika kita tinggal di dalam Kristus, hidup kita mulai menghasilkan buah yang mencerminkan karakter-Nya. Kita juga tidak hanya bertambah pengetahuan, tetapi juga mengalami perubahan hati yang nyata setiap hari.

Salah satu sosok yang mengalami transformasi pikiran dan hati adalah Nicodemus di Alkitab, dan ceritanya yang menyentuh itu bisa kamu tonton disini.

Jadi sekarang aku pengen nanya sama kamu, kamu kenal Yesus dikepala aja atau di hati juga? :)

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.