• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 12 Jul 2026

Apakah Kamu Takut Mati?

Tanggal publikasi 12 Jul 2026

Hari ini, kita mau membahas sebuah topik yang sangat penting. Dan mungkin kamu bisa meluangkan waktu sebentar, enggak cuma sekadar membaca sekilas tentang pemikiran ini, tapi coba ambil Alkitabmu dan baca beberapa ayat yang akan aku sebutkan di sini. Karena bagi aku pribadi, pemikiran ini bener-bener memerdekakan.

“Aku nggak bakal mati dalam waktu dekat! Aku bisa mengendalikan tubuhku dan aku orangnya sangat disiplin. Aku mau dan pasti bakal panjang umur serta tetap sehat!”

“Masa, sih?” pikirku, saat seorang pebisnis dengan sangat percaya diri menceritakan tentang hidupnya sendiri. Dan setelah terdiam sejenak, dia melanjutkan, “Bahkan kalau ada bagian tubuhku yang nggak berfungsi lagi, aku bisa pakai uangku buat bikin lengan baru pakai printer 3D, misalnya.”

Semua yang aku tangkap dari percakapan itu adalah kata: “Aku.” Siapa pun yang mengandalkan dirinya sendiri akan melewatkan mukjizat yang terjadi saat kita mengandalkan Tuhan. 

Dan tahukah kamu apa mukjizat dalam hal ini? Tuhan memang menghendaki kita untuk mati suatu hari nanti. Pernahkah kamu memikirkan hal itu? Sejak awal, Dia memang merancang agar kehidupan kita di dunia ini ada akhirnya.

“Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.” (Mazmur 139:16, TB)

Sejak awal, Dia sudah menetapkan akhir dari kehidupanmu di dunia karena Dia ingin bersamamu dalam kekekalan. Itulah kenapa kamu tidak hidup "untuk dirimu sendiri," seperti yang sayangnya diyakini oleh pebisnis tadi. Alkitab berkata: Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah – yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan –, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. (Ibrani 2:10, TB)

Aku merasa ayat ini sangat luar biasa. Ketika kita menyadari hal ini, kita akan menjalani hidup dengan cara yang berbeda, mengambil keputusan dengan cara yang berbeda, dan mengasihi dengan cara yang berbeda pula.

Tetapi untuk membuat rencana ini nyata, diperlukan proses penyempurnaan dari Sang Juru Selamat - Yesus - melalui penderitaan dan kematian. Karena semua anak-anak ini (termasuk kamu) adalah ciptaan yang terdiri dari darah dan daging, Yesus sendiri juga menjadi darah dan daging untuk membebaskan kita dari ketakutan akan kematian, melalui kematian dan kebangkitan-Nya! (lihat Ibrani 2:10-15, TB)

Karena kematian Tuhan Yesus, kematian tidak lagi berarti akhir dari segalanya. Kematian hanyalah jalan keluar dari kehidupan duniawi dan pintu masuk menuju kekekalan Tuhan yang luar biasa indah. Dan di sanalah, hal ini akan terjadi:

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wahyu 21:4, TB)

Apakah kamu bener-bener takut mati, sementara kamu sama sekali nggak punya hal yang perlu ditakutin dalam kekekalan? Biarkan pemikiran ini meresap dengan penuh damai di hatimu hari ini, karena kebenaran ini punya kuasa untuk melenyapkan rasa takutmu!

Kamu adalah keajaiban!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.