• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 31 Okt 2026

Apakah sekarang semuanya sudah terlambat?

Tanggal publikasi 31 Okt 2026

Kamu tahu gak kalau Tuhan ingin kamu memulai hari dengan bahagia? Kamu tahu gak kalau Tuhan juga senang melihatmu bahagia? Mungkin kamu bertanya, “Kenapa begitu?” Sebenarnya, jawabannya sederhana banget.

Mungkin kamu sudah punya anak. Menurutmu, mana yang lebih membuatmu bahagia? Ketika anakmu duduk di meja makan saat sarapan dan berkata, “Hari ini aku lagi sedih. Rasanya gak sanggup pergi ke sekolah atau bekerja,” atau ketika kamu mendengar mereka tertawa dan berkata, “Wah, aku gak sabar menjalani hari ini!”

Jawabannya sudah jelas, kan? Sama seperti itu, Tuhan juga senang ketika kamu memulai hari dengan penuh keyakinan dan menjalani tujuan hidup yang sudah Dia berikan kepadamu dengan sukacita!

Tapi kenyataannya, ada beberapa hal yang terkadang membuat kita sulit menjalani hidup seperti itu. Salah satunya adalah “kegagalan kita sendiri.” Dosa dan kesalahan yang pernah kamu lakukan terasa begitu membebani hati dan pikiranmu. Seolah-olah ada suara dalam dirimu yang terus berteriak, “Semuanya sudah terlambat. Aku sudah terlalu sering gagal.” Dan beban inilah yang akhirnya menghalangimu untuk menjalani panggilan Tuhan dalam hidupmu.

Ketika Tuhan menunjukkan sesuatu yang perlu kamu ubah melalui kegagalanmu, memang sering kali rasanya menyakitkan. Tapi akan jauh lebih menyakitkan kalau kamu memilih untuk gak menghadapinya dan terus menjalani hidup dengan hati yang penuh beban, tanpa kebebasan untuk melakukan apa yang Tuhan percayakan kepadamu. Itu bukan cuma menyakitimu, tapi juga menyakiti hati Bapamu yang ingin melihat anak-Nya hidup dalam sukacita.

Apa yang menyakitimu juga menyakiti hati Tuhan. Karena Tuhan begitu mengasihimu, Dia ingin mengingatkanmu bagaimana kamu bisa kembali memiliki hati yang lega dan melangkah lagi dalam tujuan hidup yang sudah Dia siapkan untukmu:

“Karena itu beginilah jawab TUHAN: ”Jika engkau mau kembali, Aku akan mengembalikan engkau menjadi pelayan di hadapan-Ku, dan jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan tidak hina, maka engkau akan menjadi penyambung lidah bagi-Ku. Biarpun mereka akan kembali kepadamu, namun engkau tidak perlu kembali kepada mereka.” — Yeremia 15:19 (TB)

“Jika engkau mengucapkan apa yang berharga dan bukan apa yang hina...” Bagian ini penting banget untuk kamu perhatikan. Tuhan gak ingin kamu terus mengatakan dengan mudahnya, “Semuanya sudah terlambat. Aku sudah terlalu sering gagal.” Sebaliknya, Dia ingin kamu datang kepada-Nya dan berkata, “Yesus, tolong ampuni aku. Aku membutuhkan-Mu. Amin.”

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.