• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 16 Mar 2026

Bagaimana kabarmu?

Tanggal publikasi 16 Mar 2026

Ada suatu saat di mana aku ingin tahu bagaimana keadaan teman-temanku di instagram. Jadi aku memulai ‘poll’ dengan pertanyaan sederhana, “Bagaimana kabarmu?” Jawaban seperti apa yang kira-kira kuterima? Aku sangat sedih karena lebih dari sepertiga teman-temanku sedang tidak baik-baik saja! Alasannya : “Ada hal yang kurang dalam hidupnya.”

Aku teringat masa kanak-kanakku. Kami tinggal di rumah kecil dan aku tidak mempunyai kamar sendiri. Kami punya makanan sehari-hari, dan kami pergi ke McDonald setahun sekali (dan itu merupakan saat yang menyenangkan).

Apakah aku merasa kekurangan sesuatu di saat itu? Tidak! Sama sekali tidak! Aku punya lebih dari cukup dan aku memilih untuk melihat keadaan seperti itu. Tentu kamu juga tahu maksudku? Kalau kita memilih untuk melihat kecukupan dalam hidup kita, kita akan merasakan hal yang sama.

Seringkali kita hanya memperhatikan apa yang kita inginkan atau apa yang kita tidak punya. Kita melihat apa yang dimiliki orang lain. Tapi kita tidak bertanya, apakah mereka bahagia? Mungkin saja kita yang lebih bahagia.

Firman Tuhan berjanji, "... sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!” (Mazmur 34:10, TB)

Di masa kanak-kanak, aku tidak punya banyak dibandingkan orang lain, namun aku juga memiliki lebih dari yang aku butuhkan. Aku tidak akan mengubah apapun dari masa kanak-kanak. Bahkan hari ini, masih banyak yang tidak aku miliki, aku punya banyak impian. Tapi aku melihat apa yang aku punya. Karena itu aku tidak merasa kekurangan suatu apapun untuk dapat berbahagia.

Aku ingin membagikan hal ini. Aku tidak berkekurangan karena aku tahu Tuhan ingin memberikan hal baik  yang aku inginkan! Hal yang sama juga berlaku padamu. :-) Tuhan meminta kita untuk bersukacita dalam Dia, terus bersyukur dan percaya!

"Dan bergembiralah karena Tuhan ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”  (Mazmur 37:4-5, TB)

Bukankah itu sangat melegakan? Sekarang setelah kamu mendengar semua ini, Apa jawabanmu? “Bagaimana kabarmu?”

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.