Bagaimana kekuatan ototmu, Teman?
Mungkin kita pernah mendengar tentang kelinci Energizer, maskot dari baterai merk Energizer yang terus menerus aktif. Kalau aku sedang berlari di atas treadmill, aku juga seperti itu. Aku akan berlari sampai aku tidak dapat berlari lagi. Tapi… aku tidak suka latihan otot dan kekuatan.
Seringkali aku mendengar, “Debbie, kamu harus melakukannya…” Namun kata “harus” bukanlah suatu keharusan kan? Alangkah baiknya kalau kita melihat kata “harus” bukan sebagai suatu paksaan, tapi suatu kesempatan!
Sejujurnya, aku telah belajar dari pengalaman. Suatu kali, aku pingsan saat berlari. Dan ada juga saat di mana aku sampai muntah. Saat aku bergabung dengan gym baru, topik ini kembali muncul dalam pembicaraan. Pemilik gym berkata, “kamu belum cukup melatih otot-ototmu untuk menghadapi tekanan yang berat. Ototmu adalah mesin yang membuat semua kegiatan bisa terus berlanjut."
Seberapa sering kita mencoba untuk terus berlari dengan kecepatan penuh dalam hidup kita tanpa terlebih dahulu membangun otot yang diperlukan? Kita berlari dari titik A ke B, terlibat penuh dalam kegiatan gereja, ikut kegiatan kemanusiaan, semua sesuai dengan Alkitab. Tapi di saat yang sama, kita tidak mengambil waktu untuk membangun hubungan pribadi kita dengan Yesus. Hal ini yang melatih otot rohani kita agar kuat menghadapi tekanan dan terus maju.
Bagaimana cara kita melatih otot rohani kita? Dengan mengambil waktu untuk bersama dengan Tuhan secara konsisten. Waktu itu Dia dapat menunjukkan pada kita apa yang perlu kita lakukan dan apa yang tidak. Waktu di mana Dia mengingatkan kita, dan memberikan kita kekuatan dan sukacita baru untuk melanjutkan panggilan kita.
Ayat ini dapat menguatkan kita:"'Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan.” (Ratapan 3:40, TB)
Mari selidiki apakah kamu telah membangun otot iman yang cukup untuk menjaga hatimu dalam segala hal yang kamu lakukan.
Kamu sangat bernilai!
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!