• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 3 Agt 2026

Belajar Berdoa Lagi

Tanggal publikasi 3 Agt 2026

Kalau berdoa selalu terasa mudah buatmu, pikiranmu nggak pernah ke mana-mana, kamu bisa berdoa selama satu jam tanpa sadar waktu berlalu, kamu nggak pernah bertanya kenapa ada doa yang seolah nggak dijawab, atau hubunganmu dengan Tuhan dalam doa sudah benar-benar sempurna, berarti seri ini bukan untukmu.

Tapi kenyataannya, nggak ada seorang pun yang memiliki kehidupan doa yang sesempurna itu.

Renungan ini ditujukan untuk kita yang mengakui bahwa kehidupan doa kita masih jauh dari sempurna. Kalau pikiranmu sering mengembara saat berdoa, kalau kamu pernah kesulitan berbicara atau mendengarkan Tuhan, kalau doa bagimu hanya terasa seperti daftar panjang permintaan, kalau kamu pernah bertanya kenapa Tuhan nggak menjawab doamu, kalau kamu pernah bertanya apakah kamu sudah berdoa dengan benar, atau bahkan pernah mempertanyakan apakah doa benar-benar bekerja—seri ini adalah untukmu. Dan percayalah, aku juga sedang belajar bersama kamu.

Sering kali kita punya banyak kesalahpahaman tentang apa artinya berbicara dan mendengarkan Tuhan. Kalau kita melihat cara kita berdoa, atau cara kita dulu diajarkan untuk berdoa, kadang semuanya justru terasa membingungkan.

Pernah kepikiran nggak tentang doa sebelum tidur yang sering diajarkan kepada anak-anak?

"Sekarang aku membaringkan diriku untuk tidur. Aku berdoa supaya Tuhan menjaga jiwaku. Kalau aku mati sebelum bangun, aku berdoa supaya Tuhan menerima jiwaku..."

Pantas saja anak-anak jadi takut menutup mata! Tapi kita masih heran kenapa mereka susah tidur. Para orang tua, mungkin sudah waktunya kita mencari doa malam yang lebih menenangkan, bukan yang malah membuat anak-anak ketakutan.

Atau coba pikirkan tentang doa sebelum makan. Kita duduk di depan sepiring makanan yang penuh mentega, krim, minyak, lemak, dan makanan berlemak lainnya, lalu kita berdoa, "Tuhan, berkati makanan ini supaya menjadi berkat bagi tubuh kami." Mungkin sama saja seperti berdoa, "Tuhan, berkatilah penyumbatan pembuluh darahku," karena memang itulah yang sedang kita lakukan. Tapi kita tetap berdoa karena memang itulah kebiasaan kita.

Lalu ada doa yang mungkin paling sering diucapkan, tetapi juga paling cepat dilupakan:

"Tuhan, kalau kali ini Engkau mengeluarkanku dari masalah yang kubuat sendiri, aku janji nggak akan mengulanginya lagi."

Kalau kamu sungguh ingin memiliki hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan, aku ingin mengajakmu kembali kepada dasar-dasarnya. Selama tujuh hari ke depan, kita akan belajar mendoakan doa ajaib yang diajarkan Yesus. Doa itu terdapat dalam Matius 6:9–13. Mari kita mengucapkannya bersama.

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." — Matius 6:9–13 (TB)

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.