Bentuk cinta dari suami….
Kita sudah banyak bicara tentang peran istri dalam renungan minggu ini. Sekarang, mari jujur bertanya: Bagaimana dengan suami? Alkitab sangat jelas—bahkan sangat menantang—ketika berbicara kepada para suami.
Dalam Efesus 5:25, 28, dan 33, Paulus memerintahkan suami untuk mengasihi. Standarnya pun bukan budaya, melainkan Kristus sendiri. “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Ef. 5:25). Ini bukan kasih yang dominan, tetapi kasih yang berkorban, melindungi, dan memberi diri.
Pesan ini sangat radikal pada zamannya. Dalam budaya patriarki Yahudi-Romawi, istri sering dipandang sebagai kelas dua—bukan prioritas. Namun Injil membalikkan paradigma itu. Paulus berkata, “Siapa yang mengasihi istrinya, mengasihi dirinya sendiri” (Ef. 5:28). Artinya, menyakiti istri sama dengan menyakiti diri sendiri, dong? Tapi ini ditegaskan kembali oleh Yesus dalam Matius 19:5-6 dan Markus 10:8. Konsep suami dan istri sebagai satu daging, melambangkan penyatuan intim secara jasmani, rohani, dan emosional antara suami istri, di mana mereka tidak lagi dua, melainkan satu kesatuan yang dipersatukan oleh Allah.
This is why I love the Bible. Satu-satunya kitab suci yang memberi nilai besar dan mengangkat derajat wanita… Seolah berkata, “Love them, protect them, include them, encourage them… “ Because God says to love your wife like you love yourself! Alkitab bicara tentang kesetaraan dalam nilai dan martabat, meski fungsi berbeda. Suami dipanggil untuk mengasihi, merawat, dan menghormati istrinya seperti tubuhnya sendiri. Yes, dear husbands—Tuhan mempercayakan kepada kalian tanggung jawab besar: Mengasihi istrimu sebagaimana Kristus mengasihi gerejanya. Isn’t that beautiful?
Takeaways:
-
Suami dan istri menjadi satu daging ketika disatukan oleh Allah melalui pernikahan.
-
Menyakiti istri seperti menyakiti diri sendiri, karena penyatuan intim secara jasmani, rohani, dan emosional.
-
Alkitab bicara tentang kesetaraan dalam nilai dan martabat, meski fungsi berbeda. Suami tetap dipanggil untuk melayani, mengasihi, merawat dan melindungi.
Reflection:
-
Menurut kamu pribadi, apa sih maksud ayat ini, “Siapa yang mengasihi istrinya, mengasihi dirinya sendiri” (Ef. 5:28)?
-
Isilah titik-titik di bawah ini,Kamu merasa dicintai kalau suami kamu …………………………
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!