• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 27 Feb 2026

Bertekunlah dengan terus berpegang teguh!

Tanggal publikasi 27 Feb 2026

Tiba-tiba mama dan aku saling berpandangan, dan air mata sukacita mengalir di pipi kami. Momen itu sungguh luar biasa! Beberapa minggu sebelumnya mama jatuh sakit, dan aku rasa semua orang bisa mengerti bahwa itu bukan situasi yang mudah.

Walaupun dalam kondisi itu mama tidak bisa datang ke ibadah, ia sangat suka menontonnya lewat live stream. Minggu demi minggu, kami berkumpul, sarapan bersama dengan makanan yang enak, lalu menikmati ibadah, meskipun kami tidak bisa ikut bernyanyi.

Di saat itu, aku menyadari bahwa mama memang “terhenti” dalam hidup karena kejadian ini, tapi ia memakai situasi itu untuk berpegang pada tangan Tuhan dengan lebih erat. Kami mengalami sendiri apa yang terjadi ketika kita berpegang pada tangan Tuhan—kita melihat Dia bekerja! Dan tiba-tiba, pada suatu Minggu pagi, sebuah mukjizat terjadi: kami bisa bernyanyi bersama lagi!

Kami mengalami Tuhan di momen itu seperti yang Daud alami ketika ia berkata, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. (Mazmur 63:7-8, TB)

Apakah kamu sedang terhenti oleh suatu situasi dalam hidupmu? Aku mengajakmu untuk memakai waktu ini untuk berpegang pada tangan Tuhan dengan lebih erat lagi!

Ketika aku terkena COVID tahun lalu, yang paling terdampak adalah suaraku. Sempat terlintas di pikiranku apakah aku masih bisa bernyanyi lagi, tapi kemudian aku teringat apa yang Tuhan lakukan bagi mamaku karena ia terus berpegang pada tangan-Nya. Aku pun duduk di depan TV, dengan tenggorokan yang sakit dan badan yang tidak enak, dan menonton ibadah Minggu lewat live stream. Awalnya, baik mama maupun aku tidak bisa ikut bernyanyi, tapi pada suatu Minggu pagi… kamu sudah tahu bagaimana ceritanya. Mujizat itu terjadi!

Aku mau menguatkanmu: jika kamu sedang terhenti oleh keadaan dalam hidup, biarlah itu hanya mengingatkanmu untuk berpegang pada tangan-Nya dengan lebih erat lagi. Di setiap luka, ada mukjizat! Itu juga berlaku dalam hidupmu. Tetaplah bertahan. Pegang tangan-Nya. :-) 

Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.