Boleh nggak Aku mengasihimu? Sekarang juga?
Kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang Marta dan Maria yang dikemas seperti ini...
Ini versi singkatnya: Maria dan Marta lagi santai-santai di rumah, mungkin sambil nonton Netflix, dan tiba-tiba, Yesus muncul di depan pintu.
Marta langsung lompat: “Aduh, aku belum siap!” Dan seketika itu juga, dia langsung sibuk: Dia melayani Yesus, mengurus Dia dan rombongan-Nya, melakukan apa yang memang diharapkan darinya. Waktu itu, menyambut tamu adalah nilai budaya yang sangat besar dalam tradisi Yahudi. Jadi sebagai seorang wanita, dia hanya sedang menjalankan tugasnya.
Tapi kalau Maria? Dia melakukan sesuatu yang sama sekali nggak terduga, dia melanggar semua aturan! Dia malah duduk di dekat kaki Yesus! Pada masa itu, hal tersebut hampir dianggap sebagai skandal karena hanya laki-laki yang diperbolehkan melakukan hal itu.
Dalam tradisi Yahudi, “duduk di dekat kaki seseorang” berarti menjadi muridnya. Belajar. Bukan cuma mendengarkan, tapi terlibat sepenuhnya dibentuk dan dibimbing secara rohani. Dan wanita tidak seharusnya melakukan itu.
Dan disitulah Yesus turun tangan. Pribadi yang nggak peduli dengan aturan buatan manusia, melainkan peduli pada hati kita.
Yesus nggak memanggil laki-laki atau perempuan, Dia memanggil manusia.
Itulah kenapa Dia nggak menyuruh Maria kembali ke dapur. Malahan, Dia berkata kepada Marta: “Marta, Marta... engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara.” (Lukas 10:41, TB)
Dan kalau kita paham konteks budayanya, ini juga berarti: Marta, kamu sedang melakukan apa yang diharapkan orang-orang darimu, tapi kamu malah melewatkan hal baru yang mau Aku berikan kepadamu. Kamu mencoba melayani-Ku karena rasa kewajiban, padahal Aku cuma ingin mengasihimu.
Kemudian Yesus mengatakan sesuatu yang sangat penting: “...tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.” (Lukas 10:42, TB)
Momen yang luar biasa! Itu berarti tidak apa-apa bagi Maria untuk melanggar aturan budaya tersebut. Kenapa? Karena Firman Tuhan berkata: “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” (Galatia 3:28, TB)
Mungkin ada "aturan" yang sedang menghalangi jalanmu hari ini juga. Mungkin itu adalah aturan yang kamu buat sendiri.
Jika iya, dengarlah Yesus berkata kepadamu saat ini: Kamu mencoba melayani-Ku dengan cara yang "benar" berdasarkan ekspektasi orang lain, padahal Aku cuma ingin mengasihimu. Boleh, kan?