Cari tahu sampai ke akarnya!
“Aneh banget,” kata ibu pemilik rumahku waktu aku bilang kalau pemanasnya masih menyala, padahal sudah disetel ke nol. Teknisi pemanasnya juga tidak bisa menemukan alasan kenapa pemanas itu tetap menyala, jadi salah satu ide untuk mengatasinya adalah, “Ya sudah, kita pasang saja AC.”
Oh, seberapa cepat kita menyerah untuk mencari alasan sebenarnya di balik masalah, kesedihan, kekecewaan, atau bahkan kekhawatiran finansial kita, lalu malah mencari alasan “lain”—yang sering kali sebenarnya tidak ada gunanya, hanya memperbaiki masalah sementara atau bahkan menimbulkan masalah baru.🤔
Karena apa gunanya AC kalau pemanasnya terus menyala? Apa gunanya menenggelamkan rasa frustasi dengan minum anggur di malam hari kalau kamu tidak pernah benar-benar menghadapi penyebab sebenarnya dari rasa frustasi itu?🫤
Apa gunanya terus berkata kepada semua orang, “Aku tidak punya uang, aku miskin,” tapi di saat yang sama menolak kesempatan dan tidak melakukan apa-apa untuk mengubah situasi pekerjaanmu?
Kamu mengerti maksudku?
Baru-baru ini aku mendapat kesempatan istimewa untuk bertemu dengan Siegfried Fietz dan putranya—keduanya musisi yang sangat berbakat. Mereka bercerita bagaimana penerbit mereka awalnya menolak merilis Von guten Mächten (“By Gentle Powers”), meskipun Siegfried baru saja membuat melodi untuk puisi menyentuh dari Dietrich Bonhoeffer. Lagu itu bahkan hampir saja dibuang sepenuhnya: “Tidak mungkin lagu ini dirilis,” kata mereka waktu itu.
Namun sebaliknya, dia mencari sampai ke akarnya, dan mendengar Roh Kudus berbicara: “Teruskan lagu ini persis seperti ini!” Dan dia melakukannya—secara mandiri. Lagu itu bukan hanya menjadi hit, tetapi yang lebih penting, menjadi BERKAT bagi banyak orang.
Hari ini aku ingin memintamu—dari hatiku—untuk benar-benar mencari sampai ke akar dari apa yang sedang mengganggumu. Jangan hanya mencari solusi di permukaan yang sebenarnya tidak masuk akal. Ingatlah:
“Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” (1 Korintus 1:8–9)
Bertindaklah dengan bijaksana selagi Tuhan memberimu kekuatan untuk melakukannya!
Solusi cepat itu buatan manusia, dan cepat berlalu—kebebasan yang sejati benar-benar membebaskan, dan bertahan selamanya! ✨