Cinta yang luar biasa! ❤️
Hei Yuhu! Kamu di situ? Hellooo?
Itulah yang ingin aku teriakkan ke kamu hari ini—terutama kalau kamu masih berjalan dengan pemikiran bahwa Tuhan lagi menghukummu karena kamu merasa "nggak cukup baik," karena kamu melakukan kesalahan lagi, atau karena kamu terus mencoba menjadi lebih baik… tapi akhirnya tetap saja gagal.
Izinkan aku bicara jujur ke kamu.
Pikiran-pikiran ini—kebohongan-kebohongan ini—adalah hal yang musuh coba berikan ke kita semua.
Bukan cuma kamu. Aku juga!
Dan sepertinya seolah nggak cukup, kadang sesama orang percaya pun ikut menanamkan kebohongan itu, bahkan tanpa mereka sadari. Familiar kan? Yes… udah kuduga.
Dengar, ayat ini HARUS tetap ada di dalam hati dan pikiranmu: "Sudah menjadi rencana Tuhan untuk menunjukkan kasih karunia-Nya pada kita melalui Kristus Yesus." (2 Timotius 1:9, TB)
Ayat ini luar biasa. Dan ini menjadi lebih indah lagi—jika kamu perhatikan baik-baik, dikatakan bahwa rencana Tuhan adalah untuk menunjukkan kasih karunia kepada kita sejak awal penciptaan.
Sebelum penciptaan.Sebelum adanya waktu.Sebelum dosa pertamamu.
Rencana keselamatan Tuhan melalui Kristus bukanlah sebuah rencana cadangan darurat di menit-menit terakhir karena Dia tiba-tiba menyadari, "Wah, terus-menerus mengacaukan segalanya!"
Sama sekali nggak!
Tuhan yang sama yang berfirman: “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala. Bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.” (Yesaya 46:9, TB)
Aku suka menyederhanakan ayat ini seperti ini: “Akulah Allah… dari awal sampai akhir, Aku memberitahukan bagaimana segala sesuatunya akan terjadi.”
Dia udah tahu—seberapa buruk dan seberapa sering kamu akan gagal. Dan TETAP saja, meski tahu semua itu, Dia memilih ini: "Aku akan tetap mencintaimu."
Serius, apa lagi yang mau kita dengar hari ini?
Kebenaran itu aja sudah begitu kuat, begitu luar biasa, hingga membuat semua hal lain menghilang dan nggak penting lagi.
Tuhan memilih untuk mencintai KAMU—bahkan sebelum waktu ada—apa pun yang terjadi.
Bisakah kita berhenti sejenak dan mengucapkan TERIMA KASIH kepada-Nya hari ini?
"Terima kasih untuk kasih yang terlalu besar untuk sepenuhnya kami pahami.
Terima kasih karena tetap mencintai kami bahkan ketika Engkau melihat segalanya.
Bahkan ketika Engkau sudah melihat semua kegagalan yang akan kami perbuat—lagi dan lagi…"
“Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri?” (Mikha 7:18, TB)
Benar-benar sebuah Cinta yang luar biasa.