• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 2 Agt 2026

Dalam Keheningan dan Kerendahan Hati

Tanggal publikasi 2 Agt 2026

Kita sering kali kesulitan dengan komunikasi yang "tersembunyi" seperti ini dengan Tuhan karena, setidaknya dalam pengalamanku, kita berdoa lalu kita menunggu sesuatu langsung terjadi. Ketika hal itu tidak terjadi, kita langsung berasumsi tidak ada yang berubah. Kita ingin apa yang kita minta dalam tempat tersembunyi bisa langsung terlihat jelas jawabannya!

Yesus sangat memahami pergumulan ini, karena itu Dia lanjutin dengan: Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Matius 6:7-8, TB) 

Menurut Yesus, doa yang efektif itu tidak diukur dari banyaknya jumlah kata. Yesus berkata… kamu nggak perlu merangkai kata dengan super puitis atau berlebihan, karena Bapamu sudah mengetahui semua yang kamu butuhkan. Dan bahkan di saat kamu belum melihat hasilnya, Dia sedang bekerja mendatangkan kebaikan buat kamu.

Dengan latar belakang itu, Yesus memberikan sebuah hadiah yang sangat indah bagi kita. Dia memberikan kita kata-kata untuk diucapkan:

“Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] (Matius 6:9-13, TB) 

Yesus berkata, “Karena itu berdoalah demikian...” (Matius 6:9, TB).

Mari kita perjelas satu hal; Yesus di sini tidak mengatakan bahwa ini adalah SATU-SATUNYA cara untuk berdoa. Kalau memang begitu, Yesus tidak akan menyertakan doa-doa lain seperti doa syafaat Yesus atau Doa Imam Besar di Yohanes 17, atau doa yang begitu menyayat hati di Taman Getsemani, “...bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. (Lukas 22:42, TB) 

Doa Bapa Kami bukanlah sebuah doa yang kaku dan eksklusif, melainkan sebuah undangan bagi kita untuk terhubung secara mendalam dengan Tuhan.

Maukah kamu meluangkan waktu hari ini untuk mengundang Tuhan masuk ke dalam hidupmu, menggunakan kata-katamu sendiri yang jujur dan unik, sambil memercayai bahwa doa yang kamu naikkan pasti didengar oleh-Nya? Dia mengundangmu masuk ke dalam hadirat-Nya, sesuai waktumu, dengan kata-katamu sendiri. Jadi, ambil waktu beberapa saat sekarang untuk menyambut kehadiran-Nya.

Kamu adalah keajaiban!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.