• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 9 Mar 2026

Dalam kesakitan… Pegang tangan Tuhan!

Tanggal publikasi 9 Mar 2026

Raja Daud dalam Perjanjian Lama mengalami penderitaan yang cukup besar. Hal itu jelas terlihat dalam Mazmur 38, yang digambarkan sebagai "Mazmur Daud." Ia berbicara tentang dirinya yang terluka dan dipenuhi rasa sakit. Teman dan tetangga meninggalkannya. Musuh membencinya dan menuduhnya. Beberapa orang ingin membunuhnya. Itu "karena dosaku," katanya. Dan ia benar.

Tidak setiap dosa menyebabkan penderitaan tertentu. Dan tidak semua penderitaan berasal dari dosa tertentu. Tetapi pemberontakan terhadap jalan Allah memang melepaskan penderitaan ke dalam pengalaman manusia kita. Jadi Daud, si berdosa, menjadi si paling menderita. Kemudian dari penderitaannya ia berseru kepada Allah. Mungkin kamu tahu bagaimana rasanya,

Di Mazmur 38, dia literally lagi di titik hancur. Tubuhnya sakit, hatinya berat, teman menjauh, musuh menyerang, bahkan ada orang yang pengen dia mati.

Daud tahu rasanya jatuh karena kesalahannya sendiri.

Menariknya, di tengah rasa sakit itu, dia nggak lari dari Tuhan — dia justru berseru kepada Tuhan. Mazmur ini juga seperti bayangan tentang Yesus.

Yesus nggak pernah berdosa.

Tapi Dia tetap menderita — bukan karena kesalahan-Nya, melainkan karena dosa kita. Dan penderitaan itu kelihatan seperti akhir cerita, tapi enggak! Karena di hari ketiga, Tuhan membangkitkan Dia.

Artinya apa buat kita?

Kita mungkin masih jatuh. Kita masih bisa sakit. Tapi dosa nggak lagi punya kuasa memisahkan kita dari Tuhan. Kamu tetap bisa BERSERU kepada Tuhan hari ini!

Rasa sakit bukan cuma sesuatu yang harus ditahan. Seringkali, itu jadi alat Tuhan untuk transformasi. Kayak emas dimurnikan dalam api, Tuhan pakai “tungku penderitaan” untuk membentuk karakter, ketahanan, dan hati yang makin mirip Kristus.

Jadi kalau sekarang hidup terasa panas dan berat — mungkin Tuhan nggak sedang menghancurkanmu. Tuhan sedang mau membawamu PULANG! Memelukmu, dan menyesuaikan langkahmu lagi. Supaya kamu taat lagi, dan pegang tangan Tuhan lagi.

Seberapapun sakitnya kamu hari ini, JANGAN MENJAUH PLEASE… Datang dan pegang tangan TUHAN! ✨

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.