• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 8 Mar 2026

DALAM SAKIT, ALLAH HADIR.

Tanggal publikasi 8 Mar 2026

Pagi itu, aku dan temanku bergegas pulang dari Ubud ke Denpasar. Malamnya aku baru saja curhat, bagaimana orang tua dari mantanku menyakiti perasaanku lewat perlakuan mereka. Kebaikan dan ketulusanku dibalas dengan kebencian dan kelicikan. Aku kesal, marah dan nggak tahu harus berbuat apa.

Temanku Leo memimpin dari depan. Dia dengan motor varionya, mengarahkan jalan. Aku dengan motorku sendiri di belakang mengikuti. Tapi sembari menyetir, satu persatu air mataku jatuh. Aku berdoa, “Tuhan… Kenapa sakit banget ya. Kenapa aku diginiin? Apa yang harus aku lakukan?” Lalu Tuhan bilang, “Sebelum kamu merasakan, Aku sudah merasakannya lebih dulu…” 

Teringat bagaimana dulu Tuhan Yesus disalah mengerti, dianggap nabi Palsu, dibenci, diolok-olok, bahkan disalib dan diperlakukan seperti manusia berdosa. Tuhan sudah lebih dulu merasakan sakit hati, Tuhan sudah lebih dulu melewatinya. Ketika Tuhan mengingatkan itu kepadaku, aku jadi tahu kalau Tuhan mengerti. Dan bahkan Dia saat ini dapat merasakan apa yang aku rasakan. Aku anak-Nya, Dia peduli. Dalam kesakitan, Dia ada.

Kalau kamu lagi merasakan sakit dan remuk hati hari ini, ingat: “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” - Mazmur 34:19.

Disaat itulah kamu bisa merasakan kehadiran Tuhan. Dan waktu kamu menang, kamu bisa jadi penghiburan bagi orang lain. “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” - 1 Kor 1:3-4 

Semangat ya, sahabatku!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.