• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 28 Jan 2026

Dengarkan dari dalam dirimu… lalu keluarkan!

Tanggal publikasi 28 Jan 2026

Topik tentang “suara” benar-benar bikin aku excited dengan cara yang positif. Bukan karena aku seorang penyanyi, tapi karena kamu! Bahkan tanpa mengenalmu secara pribadi, aku tahu pasti bahwa suaramu bisa melakukan dan menggerakkan banyak hal!

“Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.” (Amsal 31:8–9 TB)

Ada begitu banyak cara untuk menyuarakan suara bagi mereka yang tidak punya suara, sampai kadang-kadang kamu bisa merasa bingung sendiri. Mulai dari mana dan berhenti di mana? Setidaknya, itu yang sering aku rasakan.

Aku menyarankan kamu untuk mendengarkan ke dalam dirimu sendiri. Apa yang membuat hatimu berdebar? Apa yang menjadi passion di hatimu? Tuhan tidak membuat hatimu berdebar tanpa alasan. Dia punya tujuan atas passion yang Dia tanamkan dalam dirimu. Biarkan suara yang penuh kuasa itu berbicara! Pikirkan bagaimana kamu bisa mengambil satu langkah nyata yang pertama.

Ambil saja langkah pertama itu, disertai banyak doa, dan kamu akan terkejut betapa cepatnya kamu sudah berjalan—di JALAN-NYA.

Apa yang menggerakkan hatimu? Mungkin ada sesuatu di dalam dirimu yang sudah lama menunggu untuk dikeluarkan. Kenapa tidak kamu ucapkan dengan iman hari ini?

Aku berusia sedikit di atas dua puluh tahun ketika suatu hari aku ditanya oleh salah satu temanku, “Apa impianmu di masa depan?” Aku bahkan tidak sempat menahan lidahku. Kata-kata itu langsung meluncur begitu saja, “Aku ingin mendirikan sebuah tempat bagi perempuan untuk merasa aman.” Matius 12:34 TB berkata, “..Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”

Setelah pertanyaan itu, aku sempat berpikir, “Aduh, kok kepedean banget ya. Apa kata orang nanti?” Karena aku mengucapkannya dengan suara keras, orang-orang yang tepat jadi tahu tentang mimpiku dan akhirnya memulainya bersamaku. Sampai hari ini, tempat itu masih ada, dan banyak perempuan sedang ditolong di sana.

Sungguh disayangkan kalau kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh suara kita! Itulah sebabnya aku menyemangati kamu: Bicaralah! Dengarkan dari dalam dirimu, lalu keluarkan!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.