Di Balik Jeruji Besi
“Beberapa bulan yang lalu aku benar-benar berada di titik terendah. Aku yakin sudah tidak mungkin lagi jatuh lebih rendah sebagai seorang manusia. Sampai akhirnya aku masuk penjara. Ya, penjara. Sebuah kejutan. Sebuah momen yang mengubah hidupku. Terkurung bersama semua kebencian dan emosi terhadap diriku sendiri, aku telah mencapai titik paling rendah dalam hidupku”
Suatu hari, aku diundang untuk membagikan kisahku kepada para perempuan di sebuah lembaga pemasyarakatan. Aku pun bertanya dalam hati, "Bagaimana mungkin kisahku bisa memberi harapan kepada para perempuan ini yang sudah mengalami begitu banyak kesulitan dan sedang menghadapi masalah besar?"
Dengan cepat aku menyadari bahwa pertanyaannya bukanlah, "Seberapa besar kamu melihat masalahmu?" melainkan, "Seberapa besar kamu melihat Tuhanmu?"
Aku harus terus mengingat hal ini, karena para perempuan itu bukan terpukau oleh kisahku. Mereka terpukau oleh Tuhan yang peduli kepada kita, orang-orang biasa, apa pun bentuk penjara yang sedang kita alami saat ini. Tidak peduli seberapa bersalah—atau tidak bersalah—kita dalam situasi ini, Dia datang untuk membebaskan para tawanan. Untuk membebaskanmu!
Ya, inilah tujuan Allah mengutus Yesus ke dunia.
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas." — Lukas 4:18 (TB)
Tuhan menemukanmu dimanapun kamu berada, bahkan jika saat ini kamu merasa tidak ada seorang pun yang menyadari betapa besar penderitaanmu. Tuhan bahkan berhasil menjangkau salah satu perempuan muda yang "di balik jeruji besi" dengan membuka jalan bagiku untuk membagikan KEBEBASAN ini.
Tidak peduli seberapa terpenjaranya dirimu, kamu dikasihi oleh Pribadi yang peduli pada kebebasanmu dan yang membuat kebebasan itu menjadi mungkin!
Inilah pesan dari perempuan muda itu:
"Aku yakin Tuhan mengirim Déborah ke dalam hidupku untuk menunjukkan bahwa aku berharga. Dia mengembalikan imanku. Hanya dua hari kemudian aku dibebaskan, dan sampai hari ini aku tetap percaya bahwa imanlah yang membuka jalanku!"
Tuhan juga akan menemukanmu dan membebaskan jalanmu kembali!
Ya, kamu akan dibebaskan!