• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 3 Jun 2026

Di mana hartamu tersimpan?

Tanggal publikasi 3 Jun 2026

Zaman sekarang, kita sebagai manusia gampang banget teralihkan—gampang banget terdistraksi. Karena semakin banyak pilihan yang kita punya, semakin banyak juga gangguan yang harus kita hadapi. 

Dan jujur aja, sekarang tuh ada banyak banget jalan hidup yang bisa dipilih. Kamu bisa kerja super keras tiap hari dan tetap cuma cukup buat survive. Tapi di sisi lain, ada juga orang yang kayaknya gak kerja “normal” tapi somehow tetap bisa hidup nyaman.

Atau mungkin kamu terjun full ke saham, crypto, atau dunia investasi lainnya—dan KALAU semuanya berjalan lancar, bisa aja menghasilkan uang yang banyak banget sampai rasanya gak perlu bangun dari kasur lagi. Walaupun yaa… gak segampang itu juga sih. Karena kalau mau serius di dunia crypto atau saham, kamu harus terus mantengin. Literally bisa 24/7.

Ada momen dimana aku spent time bareng teman-teman beberapa hari, aku mulai merasa sedikit insecure. Pas aku lagi santai minum kopi pagi, buka Alkitab, dan nulis renungan di laptop… mereka excited banget cerita soal profit yang mereka dapet semalaman. “Gila, cuan lagi!” 

Dan jujur ya, lama-lama mulai nih ada pikiran ragu sama apa yang aku lakuin sekarang. Sempat muncul pikiran: “Aku habisin banyak waktu buat nulis satu pesan yang mungkin cuma dibaca sehari terus dilupain… sementara orang lain lagi menghasilkan banyak uang.”

Tapi, di tengah semua pikiran itu, aku baca firman ini,

“Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya,…” (Wahyu 3:17–18, TB)

Aku yakin kalau keren banget sih melihat seseorang bisa berhasil, punya penghasilan bagus, dan memakai kepintarannya buat mencapai itu semua. Tapi:

Jangan sampai hati kita dimiliki uang saat kita lagi mengejar uang.

Karena pada akhirnya… “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Matius 16:26, TB)

Hidup kita di dunia ini cuma sementara. Tapi kekekalan itu selamanya.

Jadi kalau dipikir-pikir, investasi mana yang sebenarnya paling worth it? Harta di dunia… atau harta di surga?

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.