Di mana jiwamu tinggal,?
"Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan….” (Mazmur 25:13, TB)
Ayat yang luar biasa! Ketika kita takut akan Tuhan, kita tinggal dalam kebaikannya. Melihat hidupmu menetap dalam kebaikan Tuhan adalah bukti terbesar kalau Tuhan punya rencana baik untukmu!
Tapi apa arti sebenarnya? Hal ini bukan berarti segala sesuatu akan berjalan lancar dan kemudian kamu beroleh damai sejahtera. Arti sebenarnya adalah bahwa kita dapat tetap tinggal dalam damai sejahtera meski badai menggelora dalam hidupmu!
Ketika aku melakukan perjalanan misi ke daerah pedalaman dengan ayahku, kami sering membawa bungkusan beras atau bingkisan lain yang mereka perlukan. Kami selalu sangat bahagia kami berkesempatan untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Tapi ketika kami tidak ke sana, orang-orang di sana tetap tersenyum, meski dalam kelaparan. Kenapa? Karena mereka punya damai sejahtera Tuhan dalam hatinya.
Kita masih dapat percaya Tuhan menginginkan yang terbaik bagi kita meskipun situasi kita tidak sedang baik-baik saja. Semoga kita dapat berpegang pada kebenaran ini. Bahkan lampu merah yang menghentikanmu ada karena perlindungan Tuhan. Mari kita berdoa: “Tuhan Yesus, kita sangat bersyukur dapat belajar begitu banyak. Kita mau percaya bahwa Engkau menginginkan yang terbaik bagi kami. Bantu kami melihat lampu-lampu merah yang muncul bukan sebagai hambatan, namun sebagai perlindungan. Dan kami akan terus bergantung pada-Mu. Biarlah hidup kami menetap dalam kebaikan-Mu, meski badai menerpa. Kami percaya Engkau dapat membuat semua baik pada waktunya. Kami ingin diam dalam-Mu, karena Engkaulah Tuhan. Dalam nama Yesus. Amen.”
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!