Di mana kamu menanam akarnya?
“Taruh dulu HP-nya. Yuk, hidup yang benar-benar hidup hari ini!”
Belum lama ini aku sempat posting itu di social media. Karena kalau dipikir-pikir, benda kecil yang tiap hari ada di tangan kita ini bisa jadi distraksi yang besar banget.
Dan lucunya, kamu bahkan gak perlu scroll media sosial berjam-jam supaya terdistraksi. Kadang cuma balas chat terus-terusan aja udah cukup bikin capek sendiri. Jujur ya, bukankah lebih indah kalau kita bisa ketemu langsung? Cerita bareng, ketawa bareng, pelukan, ngobrol beneran, daripada semuanya cuma lewat WhatsApp?
Tapi oke, nanti malah jadi topik lain lagi. Aku juga gak mau terdistraksi sama pembahasan soal distraksi. Lihat kan? Segampang itu kita kehilangan fokus. Hahahaha…
Tapi memang benar, media sosial dan hal-hal di sekitar kita bisa dengan cepat bikin hati jadi nggak tenang. “Kamu lihat gak, apa yang lagi terjadi di dunia sekarang?!”
Dan di tengah semua itu, firman Tuhan sebenarnya jelas banget. Simple, tapi powerful. Buat ngejaga kita supaya gak mudah tergoyahkan. Paulus berkata: “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia…” (Kolose 2:7, TB)
Kata “berakar” di sini menggambarkan pohon dengan akar yang dalam dan kuat. Paulus memakai gambaran ini untuk menunjukkan seperti apa iman kita seharusnya tertanam di dalam Kristus.
Sama seperti pohon yang akarnya kuat, tetap berdiri waktu badai datang, iman kita juga perlu tertanam dalam di dalam Tuhan. Jadi saat berita buruk datang atau hidup terasa chaotic, kita gak gampang goyah.
Akar memberi nutrisi untuk pohon. Dan ketika kamu berakar di dalam Kristus, kamu menerima kekuatan dan “makanan rohani” dari-Nya setiap hari. Trust me… itu kekuatan yang luar biasa.
Pohon gak bisa hidup tanpa akar. Dan sama juga, hidup tanpa hubungan yang dekat dengan Yesus perlahan akan membuat hati kita kering secara rohani.
Jadi kalau kamu adalah pohon dengan akar yang dalam kamu gak akan gampang diguncangkan
Jangan biarkan distraksi mengambil fokusmu. Dan jangan menanam akar di tempat yang salah, yang bukan seharusnya!
“…berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2:7, TB)