Ekspektasikan berkatnya Tuhan!
Mari kita bahas cerita Elia lebih dalam lagi hari ini, karena ada banyak banget yang bisa kita pelajari dari ayat ini. Aku berdoa kamu mengawali harimu dengan penuh KEAJAIBAN!
“Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 'Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.'” (1 Raja-raja 17:2–4, TB)
Kita sering kali cuma baca sekilas tanpa ngerasain betapa banyaknya emosi yang ada di ayat seperti ini. Tapi jujur deh—berapa banyak dari kita yang mau tiba-tiba ninggalin tempat tinggal kita? Menyeberangi perairan yang dalam, nggak tahu apa yang ada di depan… cuma buat pergi bersembunyi di tempat yang nggak dikenal?
Aku nggak tahu gimana Elia bisa melakukannya, tapi ayat selanjutnya bilang: “Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.” (1 Raja-raja 17:5–6, TB)
Bacanya enak banget ya, kayak lancar-lancar aja? Padahal ini gila sih. Apa kamu bakal setuju gitu aja kalau disuruh kayak gitu? Atau kamu bakal coba negosiasi dulu sama Tuhan? “Okeeey… kalau aku lakuin ini, kita deal ya setidaknya roti gandum? Dan mungkin kasih sayur dikit buat nemenin dagingnya—aku maunya yang medium-well ya, makasih?” Haha.
Elia nggak ragu kalau Tuhan itu baik, jadi dia tahu Tuhan bakal kasih hal-hal yang baik sebagai balasan atas ketaatannya.
Bahkan waktu ceritanya tiba-tiba bilang, “Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering...” (1 Raja-raja 17:7, TB), nggak ada tuh keluhan dari Elia. Nggak ada kata-kata seperti, “Yah, bagus deh, sekarang Engkau malah ninggalin aku setelah semuanya.”
Karena Elia nggak ragu kalau Tuhan itu baik, dia tahu Tuhan bakal terus mencukupi—dan itulah yang beneran terjadi!
Tapi supaya bisa ngerasain betapa baiknya Tuhan, Elia harus terus bangkit dan melangkah maju… kalau kamu mau ngerasain betapa baiknya Tuhan yang sesungguhnya, kamu juga harus bangkit dan melangkah maju!
Cerita Elia ini bener-bener menginspirasi aku! Cerita ini menantang aku untuk terus jalan, bahkan saat aku nggak ngerti. Ya, ini ngebangunin sesuatu di dalam diriku yang pengen bener-bener ngerasain betapa baiknya Tuhan buat aku juga!
Itulah kenapa aku mau berdoa: “Tuhan, tolong berikan kami iman seperti yang Elia punya. Biarlah kami melangkah lebih jauh dari apa yang bisa dipahami logika manusia kami. Karena kami pengen ngerasain betapa baiknya Engkau yang sebenarnya! Amin!”