Hari ini hari yang dijadikan Tuhan
Coba ingat lagi bersama aku, satu musim hidup yang terasa lebih “tenang”…
Misalnya aku suka bulan Januari, ketika semua tekanan sudah hilang. Semuanya jadi lebih sunyi, lebih damai. Tapi biasanya kita tidak terlalu memikirkan apa yang sebenarnya bijak dilakukan di masa damai seperti itu, kan?
Saat di bawah tekanan, kita tahu harus melakukan apa. Saat ada deadline, kita bekerja! Saat ada stres, tekanan, dan masalah, kita berdoa! 🙏
Tapi bagaimana dengan masa tenang? Pernahkah kamu memikirkannya? 🤔
Jawabannya kita temukan di Perjanjian Lama, dan bagian ini benar-benar menyentuhku. Aku akan menggunakan terjemahan New Life Translation, tapi kamu bisa membaca bagian ini di mana saja:
“Karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda...” (2 Tawarikh 14:6)
Di sini kita melihat Raja Asa, yang hidup dengan cara yang berkenan kepada Tuhan, dan sebagai hasilnya Tuhan memberikan damai. Tidak ada perang, tidak ada stres. Asa bisa saja hanya bersantai dan menikmati hidup. ☺️
Tapi dia justru menggunakan masa damai itu untuk mempersiapkan diri menghadapi badai yang akan datang!
Dia membangun benteng untuk bersiap menghadapi apa yang akan terjadi. Apa yang bisa kita pelajari? Gunakan masa tenang untuk mempersiapkan diri menghadapi masa sulit!
Bagaimana tepatnya Asa melakukan ini? Dengan melakukan hal-hal praktis yang perlu dilakukan—dia membangun benteng. Dia juga memperdalam hubungannya dengan Tuhan di masa “baik” ini dan tetap berdoa.
Dan benar saja, di pasal yang sama, perang terjadi! Raja Asa diserang! Tapi dia siap. Bukan hanya karena benteng yang sudah dibangun, tetapi karena imannya kepada Tuhan tetap kuat. Maka dia berdoa:
“Ya Tuhan, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar…” (2 Tawarikh 14:10-11)
Akhirnya, “Dan Tuhan memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa dan Yehuda.” (2 Tawarikh 14:12)
Tuhan memberikan kemenangan!
Jadilah bijak dengan membangun “benteng” dalam hidupmu di masa tenang—tetaplah percaya kepada Tuhan—dan tidak ada yang akan mengguncangmu dalam badai kehidupan.
Kamu adalah sebuah mukjizat.