Hati yang terbuka untuk Tuhan π
Yuk, kita ngobrol sedikit lebih dalam soal hati kita. π Kamu setuju nggak kalau menjaga dan melindungi hati itu bisa jadi perjuangan yang berat? Salah satu alasannya adalah karena kita terus-menerus dibanjiri informasi di zaman sekarang—informasi tentang kejadian di dunia, tentang orang lain, dan yang nggak kalah penting, informasi tentang diri kita sendiri.
Kadang cuma perlu satu tatapan aneh dari orang yang lewat untuk bikin kita langsung kepikiran, “Ada yang salah nggak sih sama aku?”
Kalau kamu bilang, “Iya, aku bisa relate!”, itu wajar banget. Kamu manusia. Aku sengaja bilang “manusia” karena sebesar apa pun usaha kita, kita nggak akan sanggup memproses semua banjir informasi ini hanya dengan kemampuan kita sendiri dan menatanya dengan benar.
Ada orang yang mencoba melindungi hatinya dengan membangun tembok, berpura-pura cuek dan mati rasa terhadap perasaan dan emosi. Ada juga yang begitu rapuh, sampai-sampai semua hal diambil secara pribadi, sehingga hidupnya dihabiskan untuk bangkit lagi… lalu jatuh lagi saat badai kecil berikutnya datang.
Boleh aku jujur? Mencoba menjalani semua ini sendirian itu berbahaya bagi hidup kita. Bahkan sebenarnya mustahil (lihat Yohanes 15:5). Kita bisa hancur perlahan karena berusaha melakukannya dengan kekuatan sendiri, meskipun dari luar kelihatannya kita baik-baik saja dan tidak terpengaruh apa pun.
Hanya ada SATU Pribadi yang bisa melindungi hatimu dengan sempurna! Pertanyaannya adalah, “Maukah kamu membiarkan Dia melakukannya?”
Aku percaya, kadang-kadang kita juga justru menutup hati kita dari Tuhan, padahal Dia ingin melindunginya. Dia rindu memenuhi hatimu dengan kebenaran… kebenaran bahwa kamu itu cukup; kebenaran bahwa tidak ada satu pun hal di dunia ini atau dalam keluargamu yang mengejutkan-Nya; kebenaran bahwa Dia sudah punya jawaban untuk setiap pertanyaan dan solusi untuk setiap masalah.
Hari ini aku mau mendorong kamu… biarkan Tuhan bekerja di dalam hatimu. Izinkan Dia melakukan bagimu apa yang hanya DIA yang bisa lakukan. :-)
Kalau kamu mau, yuk ikut aku mengucapkan doa singkat ini hari ini, yang diambil dari Ratapan 3:41… “Tuhan, aku memilih untuk mengangkat hatiku dan tanganku kepada-Mu! Aku menyerahkan diriku kepada-Mu dan mengizinkan Engkau bekerja di dalam aku. Dalam nama Yesus, amin.”
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!