Hawa tercipta buat jadi teman Adam…
Ada perbedaan penting dan disengaja dalam cara Tuhan menciptakan Adam dan Hawa. Adam diciptakan langsung dari debu tanah dan napas Allah (Kej. 2:7). Ia menerima mandat, perintah, dan relasi langsung dengan Tuhan sebelum Hawa diciptakan. Ini bukan soal nilai, tetapi soal urutan tanggung jawab rohani. Adam dipanggil terlebih dahulu untuk mendengar Tuhan, mengenal kehendak-Nya, dan hidup di bawah otoritas-Nya.
Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Alkitab tidak memakai kata “menciptakan” atau “membentuk”, tetapi “membangun” (Ibrani: banah)—kata yang sering dipakai untuk mendirikan rumah atau kota. Secara teologis, ini berbicara tentang peran perempuan sebagai penopang kehidupan relasional, bukan fondasi otoritas, tetapi struktur yang memberi bentuk, keindahan, dan keberlanjutan.
Hawa dibangun dari rusuk Adam—bagian yang melindungi jantung. Melindungi emosi dan perasaannya. Ini menunjukkan perempuan diciptakan sebagai penolong sepadan (ezer kenegdo), istilah yang juga dipakai untuk Allah sebagai Penolong Israel. Jadi ini bukan peran lemah, melainkan peran yang kuat namun berbeda fungsi.
Hawa diciptakan bukan saja sebagai penolong, tapi sebagai ‘teman’ Adam. Teman yang setara, saling menghormati. Berjalan bersama, saling menopang. Bukan dibawahnya, bukan dibelakangnya, tapi beriringan.
Renunganku 7 hari kedepan, aku tujukan untuk wanita-wanita kuat yang telah menikah maupun yang belum - tapi sedang dalam hubungan serius. Semoga melalui tulisan-tulisan ini, kita semua dapat dikuatkan oleh Firman Tuhan yang dibagikan. Mengingat dan mengerti kembali tujuan kita sebagai wanita. Selamat mengikuti renungan edisi Valentine ini ya 🙂
Takeaways:
Pria dan Wanita diciptakan setara dengan fungsi yang berbeda.
Pria menerima mandat untuk memimpin, wanita untuk menolong/menopang.
Wanita bukan lebih rendah atau lebih lemah, tetapi ‘team-player’ yang berjalan beriringan.
Reflection:
Bagaimana kondisi hubunganmu dengan teman hidupmu hari ini? Apa arti ‘setara/sepadan’ menurut kamu? Bagikan jawabanmu ke debbie@jesus.net
Kamu adalah mujizat-Nya yang nyata!