• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 11 Apr 2026

Ini bukan akan jadi “Minggu yang biasa,”! 🥳

Tanggal publikasi 11 Apr 2026

Itu adalah hari Senin pagi.

Aku punya banyak hal yang harus dikerjakan, tapi tetap termotivasi untuk menginspirasi orang-orang yang mengikutiku di media sosial. Aku langsung teringat ayat ini:“dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.(Efesus 6:7 TB)

Tapi, pernah nggak kamu melihat ayat ini dalam konteksnya? Awalnya ini cukup bikin aku frustrasi! 😤 Coba dengarkan ini:

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus…tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia” (Efesus 6:5–7 TB)

Pikiran pertamaku adalah, “Wah, masa aku harus tetap ‘bersikap baik’ kalau aku jadi hamba dan dipaksa bekerja seperti itu?”

Namun, pesan dalam Efesus 6 ini perlu dilihat dalam konteks zamannya. Di Kekaisaran Romawi, perbudakan itu—sayangnya—NORMAL, dan banyak orang Kristen hidup dalam sistem seperti itu.

Jadi, yang sebenarnya Tuhan mau tekankan adalah bagaimana kita bersikap dalam situasi kita saat ini—apa pun bentuknya. Dan ayat ini jadi sangat relevan: “dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.(Efesus 6:7 TB)

Kita hidup di zaman yang sangat berbeda. Kalau pekerjaan terlalu berat, biasanya kita akan menyuarakannya. Kita bisa izin sakit, bahkan mogok kerja. Setidaknya kita punya kebebasan untuk memilih tidak melanjutkan.

Tapi hari ini, Tuhan menantang kamu: “dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.(Efesus 6:7 TB)

Kenapa?

Karena Tuhan ingin mengubahkan kita dari dalam, memberi kita kekuatan, sukacita, dan damai yang kita butuhkan.

Singkatnya: Dia ingin kamu menunjukkan kepercayaanmu kepada-Nya dengan mengerjakan tugas-tugas hari ini dengan sukacita—hanya karena kamu mengasihi Dia. 🥰 Dan Dia juga ingin menunjukkan kasih-Nya kepadamu dengan memberi kekuatan yang tak terduga, sukacita, damai—bahkan mungkin tugas-tugas baru—dari dalam hidupmu.

Maukah kamu menunjukkan kepercayaanmu hari ini lewat sukacitamu dalam menjalani tugas-tugas yang ada? 🤔

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.