• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 30 Mei 2026

Itu adalah seribu kemungkinan!

Tanggal publikasi 30 Mei 2026

Hari ini kita lanjutin lagi dengan kisah Daud—dan “situasi” dengan kakaknya yang paling tua. Kemarin kita belajar gimana Daud gak membiarkan dirinya down saat dihina. Tapi ternyata, masih ada hal lain yang bisa kita pelajari dari kejadian itu.

“‘Mengapa engkau datang?’ katanya. ‘Dan pada siapakah yang kau tinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun?’” (1 Samuel 17:28, TB)

Nah, kamu lihat nggak apa yang aku lihat di sini? Orang yang gak percaya diri bakalan ngedengerin omongan itu, trus langsung mundur dan berpikir: “Dia benar… aku seharusnya balik aja ngelakuin tugasku yang seharusnya. Kayaknya aku gak pantas ada di sini. Aku kan cuma pengantar roti buat saudara-saudaraku yang lagi perang.”

Tapi orang yang tahu siapa dirinya—orang yang punya rasa percaya diri karena tahu identitasnya di mata Tuhan—bakalan ngedengerin perkataan yang sama dengan cara yang berbeda. “Oh… jadi kehadiranku bikin kamu gak nyaman. Karena kamu tahu siapa aku dan siapa yang ada di belakangku. Dan waktu kamu tekankan pada kata ‘sedikit’kepada orang yang menggembalakan kawanan domba yang sedikit itu—, itu malah nunjukin kalau kamu sedang mencoba mengecilkan apa yang aku lakukan.”

Tapi kalau Tuhan sudah punya rencana, nggak ada seorang pun yang bisa menghentikannya. 🤩Dia berkata: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.’” (Yeremia 29:11, TB)

Aku juga suka banget versi Good News Translation yang bilang:

"Hanya Aku yang tahu rencana-rencana yang Aku siapkan untukmu; rencana untuk mendatangkan kesejahteraan dan bukan bencana, rencana untuk mewujudkan masa depan yang kamu harapkan."

Dan ini versi pribadiku buat kamu, supaya lebih ngena:

“Rencana-Ku buat kamu sudah pasti. Aku mau membawa sukacita dalam hidupmu —bukan kesakitan. Aku sudah menyiapkan masa depan yang penuh harapan untukmu. Aku, Tuhan, mengatakan ini karena Aku mengasihimu.” ❤️

Aku juga pernah ada di posisi seperti itu. Aku pernah berada dalam hubungan yang toxic, di mana aku terus mendengar kata-kata seperti: “Udahlah, semua performance dan pelayananmu itu… cuma menjangkau sedikit orang kok. Gak worth it.”

Kalau waktu itu aku percaya sama kebohongan itu, mungkin “sedikit orang” itu gak akan pernah menjadi “ribuan orang” yang sekarang bisa aku layani setiap hari lewat Keajaiban Setiap Hari.

Lihat kan, betapa pentingnya untuk tidak mempercayai kebohongan?

Karena seribu kemungkinan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.