• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 23 Jul 2026

ITU Tujuan Akhirmu!

Tanggal publikasi 23 Jul 2026

"Ehm, maaf... kamu bisa berhenti nyanyi sekarang."

Hah? Ini beneran terjadi?

Kebingungan, aku berdiri di atas panggung, kebingungan, tepat  disaat pernikahan sepasang mempelai yang sangat cantik, dan aku baru saja mau masuk ke bait ketiga lagu Amazing Grace ketika pendeta tiba-tiba menyela dan berkata, "Tadi sudah bagus kok, tapi cukup sampai di situ saja."

Aku langsung melihat ke arah pengantin perempuan, berharap dia bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi. Tapi wajahnya sama bingungnya denganku. Yang sebenarnya cukup menyedihkan adalah, pendeta itu sedang sakit yang cukup serius dan di hari itu beliau memang gak benar-benar menyadari apa yang sedang terjadi.

Selama bertahun-tahun melayani di berbagai pernikahan, aku sudah melihat macam-macam kejadian. Dan percaya deh, banyak banget kesalahan, kejadian tak terduga, dan hal-hal yang nggak berjalan sesuai rencana yang bisa terjadi di hari spesial seperti itu. Begitulah hidup di dunia ini. Hal-hal yang gak kita harapkan bisa terjadi. Tapi kita tetap harus terus melangkah.

Kenapa? Apa maksudnya dengan itu?

Aku ingat pernikahan lain yang pernah ku datangi. Saat itu pengantin perempuannya berjalan menuju mempelai pria. Dan mempelai pria itu terlihat begitu penuh cinta sampai rasanya hampir gak bisa menyembunyikannya lagi. Di momen itu, pendeta yang duduk di sampingku menoleh kepadaku. Karena kami duduk di atas panggung, kami bisa melihat semuanya dengan sangat jelas.

Dengan mata yang berbinar, dia berkata, "Debora, nanti akan seperti ini juga. Yesus, Sang Mempelai Pria, akan menyambut kita seperti itu. Dia begitu mengasihi kita dan gak sabar menunggu, untuk akhirnya bisa bersama-Nya."

Saat mendengar itu, hatiku langsung dipenuhi oleh kasih yang luar biasa. Dan ya, aku juga membayangkan Yesus seperti itu. Yesus sangat mengasihi kita. Dan setiap kita adalah mempelai yang dikasihi-Nya. Termasuk kamu.

Coba pikirkan sebentar. Ada Seseorang yang begitu mengasihimu dan gak sabar buat MENYAMBUTMU.

Bukankah itu luar biasa? Firman Tuhan berkata:

"Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." (Wahyu 19:9, TB)

Dan juga: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Allah sendiri akan menyertai mereka sebagai Allah mereka. Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Tidak akan ada lagi maut, tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau rasa sakit, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:3-4, TB) 

Itulah alasan kenapa kamu harus terus melangkah. Karena ke sanalah tujuanmu.

Ke tempat di mana gak ada lagi air mata.Ke tempat di mana gak ada lagi rasa sakit.Ke tempat di mana ada Seseorang yang sedang menunggumu. Seseorang yang mengasihimu tanpa batas.

Kamu adalah keajaiban!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.