• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Tanggal publikasi 21 Jul 2026

Jangan Biarkan Dirimu Terpojok.

Tanggal publikasi 21 Jul 2026

Hari ini aku pengen membagikan sesuatu yang sangat pribadi dan mendalam, sekaligus aku mau memberikan kabar yang cukup spesial. Ini adalah kisah tentang tantangan yang gak pernah aku sangka sebelumnya, tentang iman yang diuji, dan tentang damai sejahtera luar biasa yang datang pas kita memilih untuk percaya janji-janji Tuhan yang kekal.

Hari ini kamu juga akan terima email tambahan berisi ceritaku tentang kekhawatiran masalah kesehatan yang baru-baru ini aku hadapi, gimana hal itu menguji imanku, dan gimana ada damai yang Tuhan berikan di tengah semuanya.

Aku berharap kisah ini bisa menguatkan kamu untuk tetap berpegang pada hal-hal yang kekal, dan menemukan kekuatan, damai yang kamu butuhin, apa pun yang lagi kamu hadapi saat ini.

"Sebentar lagi kamu akan mulai berbicara. Tapi tolong, jangan membahas tentang imanmu."

Punten? Lima menit sebelum aku memulai kelas, kepala sekolah menarikku ke samping dan mengatakan kalimat itu. Padahal bukannya aku diundang ke sekolah itu untuk membagikan kisah hidupku?

Bagaimana mungkin aku bisa cerita tentang perjalanan kebebasanku dari eating disorder aku tanpa cerita tentang malam yang luar biasa pas aku ngedengerin kedua orang tuaku berdoa?

Sejujurnya, aku panik banget. Tapi aku berusaha tetap tenang dan mulai berdoa, "Tuhan, tolong berikan kata-kata yang tepat. Aku beneran gak tahu harus berkata apa. Tolong aku."

Tahukah kamu? Kita bisa merasa putus asa di dalam hati, sekaligus berseru ke Tuhan pada saat yang bersamaan.

Akhirnya aku mulai menceritakan kisahku dan, dengan berat hati, melewati bagian yang paling penting. Tapi, sebelum presentasiku selesai, seorang murid mengangkat tangan dan bertanya,

"Saya pernah melihat wawancara Ibu di internet. Ibu mengatakan bahwa doa membuat Ibu sembuh. Apakah sampai sekarang Ibu masih berdoa?"

Nah, itu dia! Itu adalah kesempatan yang Tuhan berikan. Aku harus menjawab pertanyaan itu. Dan akhirnya, bisa secara terbuka menceritakan kebenaran yang membebaskanku.

Jangan takut ketika kamu lagi di dalam situasi yang rasanya sulit dan menyesakkan, pas semuanya terasa kayak gak berjalan sesuai rencana. Saat kamu merasa kejebak dan gak tahu jalan keluarnya! Saat orang lain berusaha membatasi atau memojokkanmu. Jangan biarkan keadaan di luar menentukan arah hidupmu. Sebaliknya, biarkan suara Tuhan yang menuntunmu dari dalam.

Firman Tuhan berkata:

"Jangan takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau... Sesungguhnya Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu dan memberikan kepadamu kuasa." (Yeremia 1:8-10, TB)

Kamu adalah keajaiban!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.