Jangan Biasakan Hadirat Tuhan
Pernah nggak sih, kita terlalu sering dengar sesuatu sampai akhirnya jadi “biasa aja”?
Lagu rohani jadi cuma backsound, doa jadi rutinitas, ibadah jadi jadwal mingguan, Firman Tuhan jadi sesuatu yang kita baca cepat-cepat sebelum tidur. Bukan karena kita benci Tuhan tapi karena hati kita perlahan mulai mati rasa.
Kadang hati yang kering bukan muncul karena kita menjauh total dari Tuhan. Justru seringnya… karena kita terlalu terbiasa dengan hal-hal rohani sampai kehilangan rasa kagum.
Bangsa Israel pernah mengalami ini. Mereka melihat mujizat demi mujizat, laut terbelah, manna turun dari langit, Tuhan memimpin mereka setiap hari. Tapi lama-lama hati mereka jadi keras dan lupa siapa Tuhan sebenarnya.
Dan jujur…kita juga bisa seperti itu.
Kita tahu ayat Alkitab.Kita tahu lagu penyembahan.Kita tahu cara terlihat “baik-baik saja”.Tapi hati kita diam-diam kosong.
Daud pernah berdoa seperti ini:
“Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!” (Mazmur 51:14 TB)
Daud nggak minta harta, nggak minta hidup mudah, dia minta sukacita keselamatan dipulihkan lagi.
Karena dia tahu, kalau hati kehilangan rasa kagum kepada Tuhan, semuanya mulai terasa kosong.
Mungkin hari ini kamu masih datang ibadah, masih pelayanan, masih doa, masih posting ayat. Tapi jauh di dalam hati, kamu capek, kering, dan semuanya terasa hambar.
Kalau itu kamu, mungkin hari ini Tuhan nggak sedang marah sama kamu. Mungkin Tuhan cuma sedang memanggil kamu kembali untuk benar-benar menikmati hadirat-Nya lagi. Bukan sekadar tahu tentang Tuhan, tapi benar-benar dekat dengan-Nya.
Dan kadang pemulihan hati dimulai dari doa yang sangat sederhana:
“Tuhan, aku mau hati yang hidup lagi.”